KUMPULAN PUISI DARI JURNAL OSPEK I 2026
Ilustrator: Celina Kusumawardhani
Ironi Almamater Baru
Gerbang kampus terbuka lebar
Menyambut mahasiswa pintar
Di mana ospek mahal digelar
Disaat penjoki bertebaran liar
Di penjuru ruang, joki beraksi
Menawarkan jalan pintar ilusi
Membeli nilai demi sebuah gengsi
Agar terlihat cerdas berseri
Panitia ikut menjual, atribut wajib dibeli
Katanya opsional, tapi paksaan terselubung rapi
Kantong mahasiswa menjerit perih
Melihat dompet terkikis sedih
Oh, mengapa semahal ini?
Bangga kemudian mereka memakai almamater baru
Dipamerkan lantang tanpa rasa tabu
Padahal jiwa kosong dirundung ragu
Digerogoti malas yang membelenggu
Penulis: Mayepi
Tutorial Jadi Papan
Pion-pion berbaris rapi
Percaya mereka bisa menang
Tanpa mengetahui siasat pemainnya
Mereka bergerak dengan pasti
Tanpa curiga ada yang curang
Ternyata tak lagi sama papannya
Tak semua petak perlu disinggahi
Beberapa telah lebih dulu datang
Mungkin memang begitu peraturannya
Penulis: Dewi Cantika
Dalih Sandiwara Atas Tanah Baru
Terlepas aku dari jangkauan
Mengarah jauh melampaui pelukan naungan
Benakku kosong di atas tanah baru
Kepala-kepala lainnya mengincar peganganku
Ribuan tangan terulur dari kabut
Sukarela memberiku kompas
Tanganku meraba,
memastikan kebenaran di dalamnya
Seleksi alam
Tegur sapa bak angin lalu
Jabat tangan tak menjanjikan apapun
Ditinggal atau meninggalkan
Tujuan masing-masing mengikat mereka
Terpaksa berlapis-lapis topeng dicipta
Kini, topengku pun ikut menebal
Hingga penglihatanku meredup,
suaraku menyamar samar
Tidak masalah
Dua kasihku menjadi sulit menebak
Apa saja yang terjadi denganku
Penulis: Na’ilatul Najmi
