Ilustrator: Celina Kusumawardhani

Ironi Almamater Baru

Gerbang kampus terbuka lebar

Menyambut mahasiswa pintar

Di mana ospek mahal digelar

Disaat penjoki bertebaran liar

Di penjuru ruang, joki beraksi

Menawarkan jalan pintar ilusi

Membeli nilai demi sebuah gengsi

Agar terlihat cerdas berseri

Panitia ikut menjual, atribut wajib dibeli

Katanya opsional, tapi paksaan terselubung rapi

Kantong mahasiswa menjerit perih

Melihat dompet terkikis sedih

Oh, mengapa semahal ini?

Bangga kemudian mereka memakai almamater baru

Dipamerkan lantang tanpa rasa tabu

Padahal jiwa kosong dirundung ragu

Digerogoti malas yang membelenggu

Penulis: Mayepi

Tutorial Jadi Papan

Pion-pion berbaris rapi

Percaya mereka bisa menang

Tanpa mengetahui siasat pemainnya

Mereka bergerak dengan pasti

Tanpa curiga ada yang curang

Ternyata tak lagi sama papannya

Tak semua petak perlu disinggahi

Beberapa telah lebih dulu datang

Mungkin memang begitu peraturannya

Penulis: Dewi Cantika

Dalih Sandiwara Atas Tanah Baru

Terlepas aku dari jangkauan 

Mengarah jauh melampaui pelukan naungan

Benakku kosong di atas tanah baru

Kepala-kepala lainnya mengincar peganganku

Ribuan tangan terulur dari kabut

Sukarela memberiku kompas

Tanganku meraba, 

memastikan kebenaran di dalamnya

Seleksi alam

Tegur sapa bak angin lalu

Jabat tangan tak menjanjikan apapun

Ditinggal atau meninggalkan

Tujuan masing-masing mengikat mereka

Terpaksa berlapis-lapis topeng dicipta

Kini, topengku pun ikut menebal

Hingga penglihatanku meredup, 

suaraku menyamar samar

Tidak masalah

Dua kasihku menjadi sulit menebak

Apa saja yang terjadi denganku

Penulis: Na’ilatul Najmi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.