Sastra
RITUS MERAH MARUN
Lampu neon pada sudut remang kelab ini mulai menguliti topeng-topeng yang membusuk di dalamnya, melelang...
KUPU-KUPU ITU TERBANG TINGGI DAN AKU BEBAS DI SINI
“Lovely-eyed. Death touched. Witch.”– Odysseus Elytes, the Dream. ***** Jeritan tertahan memenuhi kamar mandi yang...
KUMPULAN PUISI DALAM FRAGMEN: JEDA
Rehat Kias istirahat.Kadang ia memberi rehat.Kadang ia mengacau pikir. Maka dari itu,sebaik-baiknya rehatadalah rehat di...
MATA, HATI, RASA DAN PUISI LAINNYA
Mata, Hati, Rasa Perlukah mata kucabutagar aku tak lagi menangis,tak memelas,dan menggelap dalam kehidupan? Perlukah...
KUMPULAN PUISI DALAM FRAGMEN: HAMPIR
Perihal Catatan Vas Sering kita hiasSering juga kita retak Aneh, vas tanah liat kita bermacam...
KUMPULAN PUISI DALAM FRAGMEN: LANGKAH
Setapak Panduan Eksis dalam untaian kisahberdalih atas segala maknanyamenciptakan langkahyang merangkai tiap paragraf cerita; “Langkah...
Ada Sesuatu yang Harus Dibicarakan
Mari, mari mendekat. Jangan berdiri terlalu jauh seperti orang yang takut diterkam.Kemarilah. Ya, kau juga—kau...
KUMPULAN PUISI DALAM FRAGMEN: “PERSIMPANGAN”
Tetap Belok Antara simpang.Kau dan aku,cinta dan tangis,Adam dan Hawa,khuldi dan rusuk. Anehkah bagimu jika, ...
KUMPULAN PUISI DALAM FRAGMEN: DIALOG
Sampaikah Sinyal Itu? Telepon kalengSepasang untuk satu orangMungkin setiap kepalaMenyimpan satu Sekadar menaruh separuh kalengTak...
