EUFORIA DI TENGAH RAJA BRAWIJAYA

Riuh ramai petasan saling bersahutan menghiasi lapangan rektorat Universitas Brawijaya (UB) di Opening Ceremony pada hari pertama RAJA Brawijaya 2026, Senin (11/8). Asap tersebar memberi jejak bahan kimia meresap ke dalam tanah kampus biru.

Pohon-pohon menjulang pun kalah tinggi dengan kabut wewarni yang menyebar di bawah langit perguruan tinggi yang berlabel Green Campus itu. Gas yang diketahui membahayakan pernapasan itu, tanpa rasa bersalah masuk dalam tubuh, menempel pada pakaian, dan menghalangi kenyamanan menghirup udara. Euforia sesaat ini bertolak belakang dengan pemberian ‘label’ Green Campus pada Universitas Brawijaya sejak tahun 2024.

Lensa kamera juga menangkap adanya spanduk sekali pakai yang hanya digunakan selama rangkaian RAJA Brawijaya. Terikatnya spanduk di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB ini, memberi visual ironi di mana pesan penyelamatan lingkungan seolah kabur sebab cetakannya membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai.

Botol plastik kemasan yang dimodifikasi menjadi wadah air untuk bersuci memang salah satu solusi untuk menghindari antre wudu yang berkepanjangan. Namun di balik solusi tersebut, ada dilema dibaliknya. Botol plastik yang digunakan untuk menyucikan diri—pada akhirnya, ditelantarkan begitu saja.
Penulis: Na’ilatul Najmi
Fotografer: Tim Fotografi Kavling10
