PERTANYAAN SOAL ORIENTASI SEKSUAL MUNCUL DALAM SCREENING KESEHATAN MENTAL MABA 2026, KEPALA SUBDIREKTORAT KONSELING BERI PENJELASAN

MALANG-KAV.10 Gedung auditorium Universitas Brawijaya dipadati oleh mahasiswa baru untuk melakukan tes screening kesehatan mental pada Senin (3/8) hingga Jumat (7/8). Tes ini merupakan salah satu rangkaian dalam alur pengambilan almamater yang dilakukan secara bergilir oleh setiap fakultas.
Dalam formulir screening yang diberikan kepada mahasiswa baru, terdapat sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan orientasi seksual. Menanggapi hal tersebut, Ulifa Rahma—Kepala Subdirektorat Subdirektorat Konseling, Pencegahan Kekerasaan Seksual dan Perundungan, menjelaskan bahwa screening kesehatan mental merupakan bagian dari asesmen awal yang bertujuan untuk mendeteksi secara dini risiko masalah kesehatan mental sekaligus memetakan kondisi dan kebutuhan mahasiswa baru.
“Pertama itu tujuannya memang untuk deteksi dini. Yang kedua untuk memetakan kondisi dan kebutuhan dari mahasiswa, sehingga kami [layanan konseling] bisa menentukan program [dukungan] yang tepat,” jelas Ulifa pada Senin (10/8).
Lebih lanjut, Ulifa menjelaskan bahwa pertanyaan mengenai orientasi seksual dalam formulir screening tidak dimaksudkan untuk memberikan penilaian atau pelabelan tertentu kepada mahasiswa.
“Kita [layanan konseling] tidak ada judgement tertentu pada individu. Tetapi biar bisa kira-kira dengan situasi [tertentu] pada individu, faktor internalnya dan eksternalnya seperti apa. Jadi, bisa memberikan pendampingan maupun intervensi yang tepat.”
Selain itu, ia menegaskan bahwa informasi yang diberikan mahasiswa dalam proses screening merupakan data yang bersifat rahasia dan hanya bisa diakses oleh layanan konseling sebagai dasar dalam menentukan bentuk dukungan dan intervensi yang diperlukan mahasiswa.
Data ini tidak diberikan [akses] secara bebas, sifatnya rahasia. Yang bisa mengakses adalah tim dari layanan konseling dan akan dipertanggungjawabkan untuk kode etik kerahasiaan informasi,” pungkasnya.
Penulis: Hanin Amalia
Editor: Fenita Salsabila
