KUMPULAN PUISI DALAM FRAGMEN: JEDA
Rehat Kias istirahat.Kadang ia memberi rehat.Kadang ia mengacau pikir. Maka dari itu,sebaik-baiknya rehatadalah rehat di...
Rehat Kias istirahat.Kadang ia memberi rehat.Kadang ia mengacau pikir. Maka dari itu,sebaik-baiknya rehatadalah rehat di...
Mata, Hati, Rasa Perlukah mata kucabutagar aku tak lagi menangis,tak memelas,dan menggelap dalam kehidupan? Perlukah...
Perihal Catatan Vas Sering kita hiasSering juga kita retak Aneh, vas tanah liat kita bermacam...
Setapak Panduan Eksis dalam untaian kisahberdalih atas segala maknanyamenciptakan langkahyang merangkai tiap paragraf cerita; “Langkah...
Tetap Belok Antara simpang.Kau dan aku,cinta dan tangis,Adam dan Hawa,khuldi dan rusuk. Anehkah bagimu jika, ...
Sampaikah Sinyal Itu? Telepon kalengSepasang untuk satu orangMungkin setiap kepalaMenyimpan satu Sekadar menaruh separuh kalengTak...
MALANG–KAV.10 Pelataran perpustakaan Universitas Brawijaya sore itu riuh oleh kaki manusia yang giat mengejar sibuknya...
Ingat Posisi Ini saat Kau Ingin Bersamaku! woy!(…) di tempat jangan di depanku!tubuh ㅤㅤ gempalㅤㅤ...
Akhirku adalah Mati Jika tidak ada bibir yang mencumbuku,biarlah nisan dari pemahat kayudi pinggir jalan...
Sanggupkah? Kau pernah berbisik, menggoda. “Aku mau menyesapi pikiranmu, Sayang.” Tapi, tidak sadarkah engkau bahwa pikiranku serumit jalan puisi ini? Aku pun tak paham. Seharusnya jugaengkau.. ____ .. ____ .. ____ .Kecuali, kau...