MENGAKU DOSEN, CAMABA UB 2026 DIHUBUNGI NOMOR TIDAK DIKENAL MELALUI PESAN DAN PANGGILAN WHATSAPP

0

Screenshot WhatsApp

Olan (bukan nama sebenarnya), calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Brawijaya (UB) 2026, menerima pesan dan panggilan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang mengaku sebagai dosen kampus pada Kamis (12/6). Melalui pesan dan panggilan WhatsApp, orang tersebut menghubungi Olan untuk menanyakan narahubung serta kakak tingkat yang memberikan informasi terkait calon mahasiswa baru.

Panggilan pertama diterima Olan pada pukul 19.32 WIB melalui akun WhatsApp Business. Orang tersebut memperkenalkan diri sebagai dosen dari pihak kampus. “Cuma mau nanya, siapa ya narahubungmu? Atau yang memberi informasi terkait calon mahasiswa baru,” tanya orang tersebut.

Penelepon tersebut juga mengetahui bahwa Olan merupakan calon mahasiswa baru UB. “Dia itu tahu kalau aku ini maba (mahasiswa baru), padahal aku itu enggak pernah ngasih tahu ke siapa-siapa,” ujarnya. Sekitar pukul 20.22 WIB, nomor tersebut kembali menghubungi, tetapi panggilan tersebut tidak diangkat.

Sebelum menerima pesan dan panggilan tersebut, Olan mengaku tergabung dalam grup WhatsApp yang dibentuk oleh sesama camaba dan tidak dikelola secara resmi oleh kampus. Grup tersebut awalnya digunakan untuk berdiskusi mengenai pelaksanaan UTBK, kini beralih sebagai tempat berbagi informasi seputar camaba. Olan mengaku bahwa dirinya tidak sering berkomunikasi dalam grup. “Aku tuh jarang banget melakukan komunikasi atau interaksi di grup itu,” ujar Olan.

Menurut Olan, aktivitasnya di grup tersebut tidak berkaitan dengan nomor yang menghubunginya. Ia mengatakan jika nomor tidak dikenal yang menghubunginya bukan berasal dari grup manapun yang diikutinya. “Dia itu [penelepon] pakai WA bisnis dan juga aku enggak ada di satu grup yang sama, sama nomor itu,” ucapnya.

Ia berharap kampus memberikan peringatan kepada calon mahasiswa baru agar lebih berhati-hati saat menerima pesan atau panggilan dari pihak yang mengatasnamakan kampus. Menurut Olan, kehati-hatian dapat membantu calon mahasiswa membedakan informasi resmi dengan informasi tidak resmi dari pihak yang tidak dapat dibuktikan identitasnya. “Kuharap pihak kampus itu bisa memberikan peringatan buat calon mahasiswa baru untuk lebih berhati-hati terutama jika ada orang yang mengaku pihak kampus tanpa bukti yang jelas,” pesannya. 

Menanggapi kejadian tersebut, Setiawan Noerdajasakti selaku Wakil Rektor III UB, mengatakan bahwa kasus seperti itu merupakan ranah kepolisian. Menurutnya, aparat penegak hukum lebih berwenang untuk menindaklanjuti dan mengusut kasus ini. “Kalau menurut saya itu ya bukan ranahnya kita, itu ranahnya polisi. Polisi yang sebaiknya proaktif untuk mengatasi itu,” ujarnya.

Ia menilai kasus tersebut tidak serta-merta menjadi kesalahan langsung dari pihak kampus. “Lah nomor HP itu kan bisa saja belum tentu bocornya dari pihak UB toh. Nomor HP itu [bisa tersebar] kan misalnya satu sekolah ya.” Di akhir, Setiawan mengimbau calon mahasiswa agar lebih berhati-hati dan hanya mengakses informasi melalui kanal resmi UB.

Penulis: Nabila Hanifaty Nuryasha
Editor: Fudhail Najmudin Almuzaki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.