AKSI KAMISAN KE-141 DI MALANG SUARAKAN PENOLAKAN TERHADAP MILITERISME DI RANAH SIPIL

Seruan “Hidup korban!” berulang kali menggema dalam Aksi Kamisan ke-141 di depan Balai Kota Malang pada Kamis (23/7). Aksi yang berlangsung sekitar satu jam itu mengangkat tajuk “Hentikan Militerisme di Tanah Sipil” dengan mayoritas peserta merupakan mahasiswa. Selama aksi berlangsung, tidak terlihat upaya pengamanan dari pihak kepolisian maupun pemasangan banner oleh peserta aksi.
Dalam aksi ke-141 ini, peserta mengangkat isu militerisme yang dinilai semakin menguat di ranah sipil. Eko selaku fasilitator aksi, mengatakan, tema tersebut dipilih karena dianggap berdampak luas bagi masyarakat. “Jadi, isu yang paling berdampak secara menyeluruh [karena] militer, dan akhirnya tajuk yang dipilih adalah hentikan militerisme,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Aksi Kamisan tetap harus diadakan untuk merespons sejumlah momentum yang akan datang, di antaranya peringatan kemerdekaan, September Hitam, dan satu dekade Kamisan di Malang. “[Aksi Kamisan] tetap harus dimulai pelan-pelan sambil menunggu teman-teman kembali beraktivitas di Kota Malang,” kata Eko.
Komite Aksi Kamisan Malang menginisiasi aksi ini melalui Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu. Sekitar 15 hingga 20 orang mengikuti aksi yang dipersiapkan dalam waktu singkat. “Awal yang bagus untuk teman-teman Komite Aksi Kamisan yang sebagian besar adalah mahasiswa,” ucap Eko.
Eko mengatakan Aksi Kamisan akan terus dilanjutkan setelah mahasiswa kembali beraktivitas di Kota Malang. Selain aksi, penyelenggara juga berencana mengadakan forum diskusi dan konsolidasi. “Yang dilakukan Aksi Kamisan hari ini adalah mendorong agar itu [inisiasi gerakan selanjutnya] terjadi lebih cepat,” ungkapnya.
Penulis: Nabila Hanifaty Nuryasha
Kontributor: Fudhail Najmudin Al Muzaki
Editor: Nadil Ulum Annafis
