PENUGASAN UNTUK MABA DIFABEL MINIM PERHATIAN, PLD: MEMANG ADA LUPUT DALAM KOORDINASI DENGAN PANITIA RABRAW

0
Screenshot

Sumber: pld.ub.ac.id

MALANG-KAV.10 Penugasan RAJA Brawijaya (Rabraw) luput dari perhatian Pusat Layanan Disabilitas (PLD). Hal ini sebelumnya telah dikonfirmasi ketika Kavling10 mendapat pengaduan dari mahasiswa baru (maba) difabel Rabraw 2026 bahwa ia merasa keberatan akan beban penugasan yang tidak menyesuaikan kondisi maba difabel. Baca berita sebelumnya: https://lpmkavling10.com/2026/08/mahasiswa-baru-difabel-keluhkan-penugasan-raja-brawijaya-2026-kapel-beri-tanggapan/

Menanggapi hal tersebut, Mahalli selaku pihak PLD, mengakui adanya celah koordinasi dengan panitia terkait rincian penugasan sebelum pelaksanaan kegiatan. “Memang miss di soal tugas-tugas itu, karena anggapannya tugasnya ini kaya template dari tahun-tahun sebelumnya kan,” ujarnya pada Jumat (7/8).  

Selama masa persiapan, ia mengaku karena kesibukan mengurus administrasi, menjadikan PLD cenderung bersikap pasif dengan hanya menunggu panitia Rabraw bertanya terlebih dahulu. “Akhirnya [kami] hanya mengkoordinasikan sesuatu yang mau mereka koordinasikan, untuk penugasan-penugasan kelewat,” ucap Mahalli. 

Ia mengatakan pihaknya kebingungan hrus mengkoordinasikan ke siapa karena terdapat banyak level tingkatan panitia Rabraw (mahasiswa atau jajaran dosen). “Selama ini lebih gampang ngomong ke panitia mahasiswa. Kayak entah itu termasuk dalam relasi kuasa atau gimana,” ungkap Mahalli. Konteks relasi kuasa di sini, Mahalli merasa panitia dosen lebih otoritatif daripada panitia mahasiswa.

Penulis: Faida Nurul Imamah
Editor: Nabila Riezkha Dewi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *