PEKERJA PROYEK GERBANG DIENG LAKUKAN CATCALLING, SATGAS PPKPT UB AMBIL LANGKAH TEGAS

0

Sumber: aset.ub.ac.id

MALANG-KAV.10 Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Brawijaya (UB) turun tangan menyikapi aksi catcalling yang dilakukan sejumlah oknum tukang di proyek gerbang kampus Dieng UB. Langkah ini diambil setelah satgas menerima dua laporan mengenai pelecehan verbal yang meresahkan mahasiswa di area tersebut.

Ketua Satgas PPKPT UB, Muhammad Sunarto, menjelaskan bahwa pihaknya tidak menempuh mekanisme pemeriksaan formal karena identitas pelaku maupun korban bersifat kolektif.

“Jadi tidak ada pemeriksaan secara langsung karena tidak ada orang yang dilaporkan [secara spesifik]. Bukan berarti pelakunya adalah si A di antara tukang itu, bukan. Tapi dikatakan bahwa banyak [pelakunya],” jelas Sunarto saat diwawancarai pada Selasa (10/3).

Hal serupa juga berlaku bagi pihak pelapor. “Kami juga tidak bisa memanggil individu mahasiswa karena dia [pelapor] mengatakan banyak yang menjadi korban. Banyak itu, kan, bukan individu,” tambahnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Sunarto turun langsung melakukan investigasi ke Griya Brawijaya Dieng, asrama mahasiswa. Untuk memvalidasi laporan, ia bahkan meminta anggota satgas melakukan simulasi dengan berjalan melewati area proyek untuk menilai situasi.

“Dek [anggota satgas], coba kamu jalan, kamu di-catcalling enggak? Artinya kita cuma ingin menilai apakah betul ada hal ini [catcalling]. Tapi pas disuruh jalan, enggak terjadi apa-apa,” ujarnya menceritakan proses pantauannya.

Meski aksi catcalling tidak muncul saat pemantauan, kesaksian kuat didapat dari mahasiswa setempat. “Mahasiswa yang tinggal di situ mengaku sering mengalami catcalling saat pergi beli makan atau keluar. Bukan hanya pejalan kaki, pemotor pun yang lewat di situ, di-catcalling juga,” tuturnya.

Merespons temuan tersebut, satgas memilih untuk mengumpulkan seluruh pihak yang terkait di lokasi proyek alih-alih melakukan panggilan resmi. Dalam pertemuan tersebut, satgas menghadirkan para pekerja, pengawas, hingga pihak kontraktor. Sunarto juga menekankan pentingnya kehadiran pihak Direktorat Aset UB dalam proses ini.

“Kami kumpulkan pengawasnya, kami kumpulkan kontraktornya, kami minta kontraktor datang kumpul saat itu, dan juga Direktorat Aset. Karena pengendalinya terkait dengan pekerjaan eksternal itu yang punya adalah Direktorat Aset,” jelasnya.

Sunarto menyatakan kasus ini masuk kategori pelanggaran ringan sehingga fokus penanganan adalah edukasi dan komitmen permohonan maaf. “Karena itu masuk pelanggaran ringan, kami edukasi. Setelah itu, kami minta komitmen dan permintaan maafnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan kepada pihak Direktorat Aset UB agar ke depannya setiap mitra kerja wajib menjamin perilaku sumber daya manusia (SDM) mereka tidak mengganggu atau melakukan kekerasan terhadap sivitas akademika.

“Kami sampaikan kepada Direktorat Aset agar ada klausul yang menyatakan bahwa mitra yang bekerja dengan pihak UB menjamin SDM-nya tidak mengganggu aktivitas sivitas,” tegasnya.

Penulis: Na’ilatul Najmi Alifsya
Editor: Fenita Salsabila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.