UB GELAR CAR FREE DAY YANG DIBARENGI PROGRAM MENJEMPUT SENJA

0
Fotografer: INK

MALANG-KAV.10 Universitas Brawijaya (UB) baru saja menggelar acara Car Free Day (CFD) pada Jumat (22/5). Acara ini merupakan salah satu program kerja dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Universitas Brawijaya Green Campus (UBGC), yakni Smart Green Campus. Devina, perwakilan Tim UBGC, menjelaskan bahwa CFD dilangsungkan sebagai upaya untuk monitoring sirkulasi udara dan emisi gas karbon.

“CFD ini ada beberapa manfaatnya. Pertama, untuk upaya mengurangi emisi gas karbon, terus juga untuk meningkatkan pola hidup sehat dari beberapa kegiatanya. Contohnya tadi ada senam pagi,” jelasnya pada Jumat (22/5).

Selain senam pagi, CFD ini juga menghadirkan Community Engage dengan didirikannya booth-booth yang terhimpun dalam proyek Zero Waste Management, seperti Reverse Vending Machine yang bisa menukarkan botol plastik menjadi nilai ekonomis. Proyek Zero Waste Management dibentuk karena banyaknya limbah yang tidak terolah di UB.

“Kalau dilihat, UB itu sangat banyak limbahnya yang tidak terolah, contoh kayak CL (Creative Land). Dan kita enggak tahu sebenarnya limbahnya itu ke mana. Nah, di sini UBGC berusaha untuk mengelola itu semua menjadi [agar tercipta] Zero Waste Management,” terang Devina.

Ia juga menjelaskan bahwa booth-booth yang ada tidak hanya datang dari UBGC, tetapi juga berkolaborasi dengan UPT yang lain seperti UB Forest, Bio Soil Sensing, dan Elektro Formula. Devina menambahkan juga bahwa untuk sementara hanya terbuka bagi beberapa tenant yang diundang oleh UBGC, tetapi akan ada kemungkinan untuk open tenant kedepanya.

“Karena baru launching pertama, sejauh ini  masih kita yang reach out duluan ke beberapa UPT kayak contohnya UB Forest, Bio Soil Sensing, dan tadi tuh sebenernya ada Elektro Formula. Jadi sejauh ini masih kita reach out karena sistemnya no food no drink.”

Selain senam pagi dan pembukaan booth, CFD ini juga kemudian ditutup dengan acara “Menjemput Senja”. Haru Permadi, Kepala Divisi Hukum UB yang bertanggungjawab terkait Menjemput Senja, menjelaskan bahwa acara ini merupakan cara untuk menarik mahasiswa untuk ikut ke dalam sosialisasi, yang pada Menjemput Senja kali ini bertemakan green campus.

“Menjemput Senja ini hanya semacam cara untuk menarik mahasiswa dengan tujuan untuk datang ke sini kemudian kita berikan sosialisasi. Nah, kebetulan hari ini sosialisasinya itu terkait green campus,” tuturnya pada Jumat (22/5).

Acara ini bukan hanya berupa sosialisasi kebijakan saja, tetapi juga sebagai sarana dialog interaktif dengan mahasiswa yang dibalut dengan live performance. Kedepannya, konsep sosialisasi ini tidak hanya dibalut dengan live performance, tetapi bisa juga dengan stand up

Haru juga mengharapkan agar Menjemput Senja ini kedepannya rutin dilaksanakan. Harapannya, acara ini digunakan sebagai sarana komunikasi, interaksi dan dialog antara pembuat kebijakan dengan mahasiswa sekaligus stakeholder.

“Entah nanti Menjemput Senja konsepnya tetap seperti ini atau beda itu nomor dua. Yang paling penting itu adalah komunikasi dengan mahasiswa, komunikasi dengan stakeholder itu hal yang harus dilakukan,” pungkas Haru.

Penulis: HOS
Kontributor: INK
Editor: NBA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.