KAPOLRES KABUPATEN MALANG MENANDATANGANI PERNYATAAN SIKAP ATAS PENOLAKAN PERTANDINGAN AREMA VS PERSEBAYA

0

Fotografer: Elvaretta Rahma Devina

MALANG-KAV.10 Para keluarga korban dan penyintas tragedi Kanjuruhan mendatangi Polres Kabupaten Malang setelah mendapatkan tanda tangan pernyataan sikap dari pihak DPRD Kabupaten Malang pada Selasa malam (14/4). Mereka menyerukan aksi damai untuk menuntut pemindahan laga Persebaya vs Arema FC dari Stadion Kanjuruhan.  

Aksi dimulai dengan doa bersama para keluarga korban, penyintas, dan polisi, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi bertemakan Kanjuruhan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenang para korban tragedi Kanjuruhan.

Lebih lanjut, mereka membacakan pernyataan sikap atas penolakan rencana pertandingan Arema vs Persebaya. Sebagai respon, Muhammad Taat Resdianto, selaku Kapolres Kabupaten Malang, mengatakan bahwa mereka sebenarnya sudah banyak menerima usulan penolakan tersebut. 

“Kami juga sudah menerima kurang lebih saran dan masukan yang sama dari tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemerintahan. Pada intinya sama bahwa beliau-beliau juga menyampaikan keberatan dan menyarankan kepada saya selaku Kapolres untuk tidak memberikan rekomendasi pertandingan tersebut dilaksanakan pada jadwalan [penyusunan kalender pertandingan untuk liga ],” terang Taat. 

Ia juga menambahkan bahwa hal ini masih dalam tahap proses dan menjadi catatan penting dalam pengambilan keputusan baik di tingkat Polres maupun tingkat daerah. 

“Saya tekankan kalau misalkan Kapolda tidak mengindahkan usulan dari DPRD maupun Polres Malang, kita akan ramaikan besar-besaran bahwa Kapolda Jatim yang sekarang adalah orang yang berpihak kepada kapitalisme bola,” ujar Ifa, salah satu keluarga korban. 

Aksi ditutup dengan penandatanganan surat pernyataan sikap penolakan laga oleh Taat. “Apa yang menjadi penyampaian Bapak dan Ibu sekalian malam hari ini menjadi catatan penting bagi kami dan akan kami tuangkan dalam laporan yang akan terjadi di pengadilan kami,” tutupnya.

Penulis: Nabila Riezkha Dewi
Editor: Fenita Salsabila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.