AMARAH BRAWIJAYA GELAR AKSI SOLIDARITAS, TUNTUT TRANSPARANSI KASUS HAFIL YANG DINILAI JANGGAL
Fotografer: Aulia Hasti Zalika
MALANG-KAV.10 Pada Senin sore (6/4), Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya (Amarah Brawijaya) menggelar aksi solidaritas di bundaran Universitas Brawijaya (UB) dan aksi lilin di depan gedung rektorat. Aksi tersebut dilaksanakan untuk menuntut transparansi penanganan kasus kematian Kavana Hafil Kusuma, mahasiswa S3 Biologi, yang dinilai memiliki sejumlah kejanggalan.
Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) UB, Zidane, menyatakan bahwa aksi ini adalah bentuk solidaritas atas meninggalnya Hafil. “Kita menuntut pihak kepolisian untuk bisa mentransparansikan apa yang terjadi, hingga nanti akhirnya betul-betul mengusut secara tuntas dan menyelesaikan kasus ini. Kita enggak ingin kasus ini berlarut-larut nantinya,” tegas Zidan, menuntut kepolisian.
Zidane menyebut kondisi Hafil saat ditemukan menimbulkan dugaan tindak pidana. “Korban ditemukan dalam kondisi yang dikabarkan terikat, kemungkinan besar memang kasus Hafil ini adalah pembunuhan,” ungkapnya.
Terkait pemilihan lokasi aksi, Ilman selaku koordinator lapangan (korlap), mengungkapkan alasan dipilihnya bundaran UB agar isu bisa tersebar luas. “Kami ingin mereka yang lewat [bundaran UB] menjadi tahu,” katanya. Ia juga menyebut penanganan kasus Hafil ini terkendala karena pihak kepolisian belum menemukan barang bukti konkret.
“Harapannya ada keadilan bagi korban, pelaku segera ditemukan, dan menghilangkan narasi bahwa korban meninggal karena bunuh diri,” ungkap Ilman.
Setelah melakukan aksi di bundaran UB, massa aksi melakukan aksi lilin dan doa bersama dengan Sasmito Djati. Sasmito sendiri adalah dosen yang mengenal dekat, sekaligus dosen pembimbing Hafil. “Sasmito bergabung bersama kami [massa aksi], menyampaikan pernyataan sikap bersama, juga sebagai [perwakilan dari] sivitas akademika. Bahwa ini [Hafil] adalah saudara kami di Brawijaya, kami ingin meminta keadilan dan ingin penyelesaian [kasus] ini betul-betul diusut secara tuntas,” ungkap Zidane.
Apabila aksi yang telah mereka lakukan nantinya belum efektif, Zidan menjelaskan bahwa aksi lanjutan akan dilakukan. “Jika belum efektif, kami siap untuk melakukan eskalasi yang lebih besar lagi untuk mendapatkan keadilan dari kasus ini,” tegasnya.
Penulis: Refa Al – Zahfa
Editor: Mariana Safina Nirmala
