DISKUSI TERBUKA DOKUMENTER “PESTA BABI”, ARAH BARU SOROTI KOLONIALISME DI TANAH PAPUA

MALANG-KAV.10 Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu (ARAH BARU) menggelar acara pemutaran film sekaligus diskusi terbuka mengenai dokumenter berjudul “Pesta Babi” pada Jumat (24/04). Acara ini bertujuan untuk membedah realitas kolonialisme modern dan konflik agraria yang terjadi di tanah Papua.
Pada film dijelaskan bahwa judul “Pesta Babi” diambil dari salah satu tradisi adat masyarakat Papua. Untuk merayakan pesta itu, masyarakat Papua harus menunggu selama 10 tahun terlebih dahulu untuk berburu babi. Sebab, babi harus dirawat terlebih dahulu kemudian diburu saat waktunya sudah tiba. Masyarakat Papua yang menjaga hutan karena tradisi tersebut juga ditekankan sebagai poin penting di dalam film.
Kemudian acara dilanjutkan dengan diskusi terbuka terkait film tersebut. Perwakilan dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menandaskan bahwa yang terjadi di Papua merupakan persoalan imperialisme dan kapitalisme global. “Persoalan di Papua merupakan persoalan imperialisme, ada praktik kapitalisme terjadi disini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anisa, pemateri lain pada diskusi tersebut, turut membedah dampak kolonialisme di tanah Papua melalui kacamata ekofeminisme. “Perempuan itu sangat lekat dengan alam, karena dari rahim perempuan tercipta ratusan nyawa manusia yang pada akhirnya melahirkan peradaban,” tutur Anisa.
Anisa juga turut mengutip momen memilukan dalam dokumenter tersebut. “Kalau babi saja punya kandang dan tempat melahirkan, mengapa perempuan tidak diberikan tempat barangkali hanya untuk melahirkan dan menyusui sebentar saja?”
Diskusi ini ditutup dengan moderator yang mengajak peserta untuk melihat persoalan di tanah Papua bukan hanya sebagai isu lokal semata, tetapi juga merupakan isu kemanusiaan global melawan imperialisme dan kapitalisme yang merampas hak hidup rakyatnya.
Penulis: ASH
Kontributor: RED
Editor: DND
