RENOVASI DINDING EKSTERIOR GEDUNG E FIA MENCAPAI 9,3 M, WAKIL DEKAN II BERI TANGGAPAN

MALANG-KAV.10 Tanggal 20 Agustus lalu, muncul sebuah utas oleh pengguna akun X yang dalam postingannya menyinggung terkait anggaran renovasi dinding eksterior gedung Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) yang mencapai 9,3 M. Menanggapi hal tersebut, Milan (bukan nama sebenarnya) selaku mahasiswa FIA, merasa anggaran untuk renovasi tersebut terlalu berlebihan dan lebih baik merenovasi yang memang perlu diperbaiki. “Daripada membangun hal yang kurang urgent masih ada hal yang lebih urgent, misal di lantai 2 kelas 2.5 kalau enggak salah itu kan ininya [langit-langit atap] berjamur banget kan. Mending memperbaiki hal-hal yang kayak gitu daripada harus mengganti layout,” ujarnya pada Selasa (1/9).
Wakil dekan II FIA, Saparila Worokinasih, menjelaskan bahwa Gedung E belum pernah melakukan perbaikan baik dari sisi eksterior maupun interior “Gedung E adalah salah satu gedung pusat pembelajaran mahasiswa, sehingga kami harus memberikan fasilitas yang terbaik buat mahasiswa di tahun 2026 ini,” jelasnya ketika diwawancarai pada Senin (14/9).
Ia menambahkan, proyek pembangunan tersebut memang sudah direncanakan sejak periode dekan yang sebelumnya. “Di 2024 sudah mulai proses perencanaan, 2025 masuk di dalam penganggaran. Karena satu dan lain hal kemudian masuk ke batas 2026. Sehingga kemudian kami lanjutkan proses perencanaan itu ke proses penganggaran di tahun 2026,” lanjut Saparila.
Mengenai sumber dana anggaran untuk renovasi, Saparila mengatakan bahwa dana yang didapatkan berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). “Jadi bukan dari penerimaan yang berasal dari masyarakat dan yang lainnya, [pun juga] bukan berasal dari pajak ya. [tetapi dari] PNBP.”
Menurut Saparila, biaya renovasi dengan angka mencapai 9,3 M merupakan hal yang wajar karena menggunakan bahan yang berkualitas agar bangunannya lebih kuat dan tahan lama. “Biaya lainnya yang bisa kita tekan adalah hanya beberapa lantai kemudian kita beli eksterior yang bagus untuk keindahan dengan menggunakan granit,” ucapnya.
Sebagai upaya dalam menjaga kenyamanan mahasiswa dalam proses belajar mengajar, pihak fakultas berusaha meminimalkan gangguan selama proses renovasi berlanjut.“Kami sudah berdiskusi dengan kepala proyek, pengawas dan tim, bahwa itu [Gedung E] adalah ruang utama untuk belajar mahasiswa. Jadi yang pertama kita lakukan adalah berusaha untuk mengurangi masuknya suara ke dalam ruangan, salah satunya dengan melapisi jendela agar suara tidak masuk ke dalam,” jelas Saparila.
Penulis: Mayepi
Kontributor: Faida Nurul Imamah
Editor: Nabila Riezkha Dewi
