AKSI KAMISAN MALANG KE-144 PERTANYAKAN KEADILAN DI TENGAH PERAYAAN KEMERDEKAAN

MALANG-KAV.10 Aksi Kamisan kembali digelar di depan Balai Kota Malang pada Kamis (27/8), dengan tajuk “81 Tahun Indonesia Adil dan Makmur? Negara Sakit, Saatnya Bangkit!” Aksi yang berlangsung sekitar satu jam ini diisi dengan mimbar bebas serta kuliah jalanan oleh KontraS, yang dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari mahasiswa lintas kampus, pengemudi ojek online, hingga masyarakat umum.
Secara khusus, Aksi Kamisan ke-144 ini menyoroti perayaan kemerdekaan Indonesia ke-81 yang dirayakan di tengah ketidakadilan, penanganan bencana yang berantakan, serta kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada rakyat. “Yang merasa kalau negara ini sakit itu bukan hanya teman-teman mahasiswa. Ketika kita nongkrong di warung kopi [bersama] ojek online, sales, ibu-ibu yang sedang membeli bahan makanan untuk dimasak di pagi hari, [mereka] bergosipnya bukan lagi tentang tetangga, tapi tentang bagaimana pemerintah sekarang melakukan hal-hal yang jauh dari kata masuk akal,” ujar Eko, salah satu fasilitator aksi.
Kuliah jalanan oleh KontraS turut mengisi aksi tersebut dengan diskusi mengenai beberapa isu besar di indonesia. Seperti mengingat kembali Affan Kurniawan yang gugur pada Agustus lalu, kasus Andri Yunus, hingga pembakaran hutan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Terkait keberlanjutan aksi, Eko mengatakan bahwa Aksi Kamisan akan terus berdiri setiap Kamis, selama ketidakadilan masih terus berlangsung. “Aku [sebenarnya] berharap Aksi Kamisan berhenti. Karena ketika Aksi Kamisan itu berhenti, berarti keadilan sudah ditegakkan. Namun kalau itu terlalu utopis, berarti harapan itu [ada] untuk terus bersuara,” ucapnya.
Eko menegaskan bahwa tuntutan yang dibawakan hari ini akan dilanjutkan pada aksi yang dijadwalkan di hari berikutnya. Aksi lanjutan tersebut akan diadakan oleh Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu dan Aliansi BEM Malang Raya, yang akan diisi dengan demonstrasi massa serta penggalangan dana dan doa bersama bagi korban bencana.
Penulis: Khoiriyah Balqis
Editor: Aulia Hasti Zalika R.
