WAKIL DEKAN I FIB TANGGAPI IMBAUAN ‘MAHASISWA LEBIH BAIK DO KETIMBANG STRES’ DARI DOSEN PA

0

Sumber: fib.ub.ac.id

MALANG-KAV.10 Menanggapi pernyataan “shock therapy” oleh dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Diksasindo) pada berita Kavling10 sebelumnya (31/1), Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Yusri Fajar, mengaku bahwa dirinya belum mendapatkan laporan secara khusus terkait kabar tersebut. Ia menjelaskan bahwa dirinya baru mengetahui sekilas kabar tersebut dari berita Kavling10 sebelumnya.

Kendati demikian, Yusri menekankan bahwa FIB selalu berusaha untuk melaksanakan pendidikan dengan sebaik-baiknya. Harapannya, menurut Yusri, supaya mahasiswa tidak mudah menyerah ketika belajar. Jika mahasiswa memiliki kendala, Yusri meminta mahasiswa untuk menyampaikan kendala yang dihadapi agar dapat dibantu menemukan solusi. “Jika ada kendala, bisa disampaikan dan kita bantu menemukan solusi,” ujarnya (14/3).

Atas alasan itu, Yusri membenarkan bahwa FIB telah mewajibkan mahasiswa untuk melakukan konsultasi dengan Dosen Pembimbing Akademik (DPA) masing-masing. Kebijakan tersebut muncul setelah evaluasi terhadap konsultasi yang sebelumnya belum berjalan optimal.

Selama ini, konsultasi antara DPA dan mahasiswa dilaksanakan menjelang akhir pengisian KRS dan dilakukan melalui pesan singkat. “Konsultasi itu belum berjalan maksimal karena biasanya menjelang batas akhir KRS, komunikasinya hanya melalui WA yang biasanya terkait dengan validasi KRS,” jelas Yusri.

Terkait efektivitas program, Yusri mengaku belum mendapatkan laporan terkait adanya dosen yang tidak mengadakan konsultasi. Kalaupun ada, menurut Yusri, FIB akan segera mengadakan evaluasi untuk memperbaiki kesalahan tersebut. 

“Sejauh ini saya belum mendapatkan laporan atau data terkait dengan hal tersebut begitu ya. Kalaupun misalnya ada yang belum maka kami nanti akan melakukan evaluasi,” pungkas Yusri.

Penulis: Dewi Cantika
Editor: Tajul Asrori

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.