AKSI SOLIDARITAS DI MALANG SERUKAN PENGAWALAN TERHADAP KASUS TEROR ANDRIE YUNUS

0

Fotografer: Hasna Radita

MALANG–KAV.10  Hujan yang mengguyur Balai Kota Malang pada Rabu sore itu (8/4) tak menghentikan massa untuk tetap menggelar aksi. Sebagai reaksi atas teror terhadap Andrie Yunus pada 12 Maret 2026, puluhan orang dari kalangan mahasiswa, aktivis, komunitas masyarakat sipil, hingga warga turut bergabung untuk bersolidaritas. Mereka juga mendesak aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas kasus tersebut.

Koordinator lapangan aksi, Arifin Ilham, menyebut bahwa aksi ini dilakukan untuk mengawal kasus teror terhadap Andrie Yunus yang belum mendapatkan kejelasan. Selain itu, aksi tersebut juga menjadi bentuk komitmen untuk memantik kesadaran masyarakat. “Supaya masyarakat sadar bahwa teror, pembungkaman terhadap aktivis, itu perlu dilawan,” ujarnya. 

Selama aksi berlangsung, poster dan banner turut memenuhi barisan massa aksi sebagai bentuk solidaritas terhadap Andrie Yunus. Sejumlah tulisan seperti “Adili kelompok intelektual!” dan “Solidaritas untuk korban brutalisme negara” tampak dibentangkan sepanjang barisan depan Balai Kota Malang.

David (bukan nama sebenarnya), salah seorang massa aksi, juga ikut menyuarakan keresahan terhadap kondisi teror yang terjadi. “Kami kecewa, karena korban adalah masyarakat sipil, tapi justru dibawa ke peradilan militer. Seharusnya ini diproses di peradilan umum,” ujarnya yang menilai hal ini tidak mencerminkan fungsi aparat dalam melindungi masyarakat.

Semakin sore, cuaca semakin dingin, namun suasana aksi kian memanas. Salah satu peserta aksi secara sukarela maju ke depan saat orator membuka ruang bagi siapa pun yang ingin menyuarakan keresahan. Dengan penuh semangat, suara lantang peserta tersebut menggema di kawasan Balai Kota Malang. “Mereka yang memakai seragam abu-abu di sana seharusnya menjaga kita para sipil, bukan malah menindas kita!” ucap peserta aksi tersebut sembari menunjukkan jari ke arah segerombolan polisi yang menjaga ketertiban aksi solidaritas saat itu.

Sekitar pukul lima, aksi berakhir dengan pernyataan sikap oleh massa aksi. Arifin menjelaskan bahwa konsolidasi lanjutan terkait pengawalan isu ini akan dilakukan dengan melihat kondisi yang ada. Ia menambahkan bahwa ke depannya, gerakan serupa berpotensi diperluas. “Kami akan mencoba memperluas keterlibatan masyarakat dan membangun aliansi agar pengawalan kasus ini bisa terus berlanjut,” pungkasnya.

Penulis: Unaisah
Editor: Muhammad Tajul Asrori

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.