LAMBATNYA BALASAN DARI REKTORAT, PERPANJANGAN JAM OPERASIONAL PERPUSTAKAAN UB DITUNDA
MALANG-KAV.10 Saat ini perpustakaan UB memiliki jam operasional mulai dari pukul 08.00-16.00 WIB, yang rencananya akan diperpanjang hingga malam hari. Meski perpanjangan jam operasional tersebut sudah menjadi wacana sejak awal tahun, nyatanya hal ini belum dapat dilaksanakan karena surat yang dilayangkan untuk menambah shift pustakawan tidak kunjung mendapat balasan dari rektorat.
“Sekitar bulan Januari kita sudah kirim (permohonan, red.) ke rektor tapi sampai saat ini belum ada balasan”, terang Suprihatin selaku koordinator layanan pengguna perpustakaan UB saat ditemui awak Kavling10 pada Jumat (24/2). Surat tersebut berisi permohonan penambahan shift malam pustakawan, agar diizinkan beraktivitas hingga malam hari.
Suprihatin menjelaskan bahwa pihak perpustakaan sudah sangat siap untuk perpanjangan jam operasional perpustakaan. “Kalau persiapannya itu sudah dimulai bulan Desember, waktu Raker (rapat kerja, red.) itu kita sudah merencanakan untuk buka malam” terangnya.
Namun, lambatnya surat balasan dari pihak rektorat menyebabkan pihak perpustakaan baru akan mukai menambahkan jam operasional paling cepat setelah lebaran Idul Fitri, meskipun seharusnya sudah bisa diterapkan bulan ini. “Nanti rencananya (dibuka sampai jam, red.) setengah sepuluh malam lah,” tambah Suprihatin pada kesempatan yang sama.
Sebelumnya, perpustakaan UB telah memberlakukan jam operasional hingga malam hari sebelum pandemi Covid-19. Tapi, semenjak kasus Covid-19 muncul, perpustakaan sempat ditutup untuk sementara waktu, dan setelah dibuka hanya diizinkan sampai jam 16.00 WIB selagi mengikuti kebijakan jam buka di kampus dan pemberlakuan kebijakan PPKM.
Penambahan jam operasional ini didasari banyaknya permintaan dari mahasiswa melalui e-complaint maupun secara langsung pada pihak perpustakaan. Oleh karena itu, penambahan jam operasional ini kembali diajukan perpustakaan UB mengingat pandemi Covid-19 telah mereda dan tidak adanya lagi kebijakan PPKM.
Penulis: Ahmad Ahsani Taqwiim
Kontributor: Adila Amanda
Editor: Alifiah Nurul Izzah
