PANITIA OPEN HOUSE RAJA BRAWIJAYA DIPANGKAS, KETUA PELAKSANA SEBUT DEMI EFISIENSI
Fotografer: Muhammad Tajul Asrori
MALANG-KAV.10 Pelaksanaan Open House (OH) Raja Brawijaya (Rabraw) 2026 pada Sabtu & Minggu (29 – 30/8) diwarnai pemangkasan jumlah panitia di beberapa divisi dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) sebelumnya.
Sekar (bukan nama sebenarnya), salah satu panitia divisi SPV Rabraw 2026 mengungkapkan bahwa, pemangkasan dilakukan menjelang pelaksanaan OH dan tidak didahului dengan sosialisasi resmi kepada seluruh anggota panitia. “Pemberitahuan adanya pemangkasan itu baru diumumkan H-10 OH saat nama anggota panitianya sudah keluar,” ujar Sekar pada Minggu (30/8).
“Yang saya tahu pasti itu dari divisi kesehatan, penugasan, humas, dan SPV. Untuk SPV sendiri panitia yang awalnya ada 150an orang itu dipangkas menjadi 81 orang,” tambahnya.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya terkejut ketika mengetahui perihal pemangkasan panitia karena baru terjadi di tahun ini. “Awalnya aku kaget ketika mendengar kalau tidak semua panitia ikut OH. Terus ternyata pemangkasan panitia itu baru tahun ini, saya kira sudah dari tahun ke tahun,” ucap Sekar.
Berbeda dengan Sekar, Ketua Pelaksana (Kapel) Rabraw 2026, Daffa, menyatakan bahwa pemangkasan sudah terjadi dari tahun ke tahun, dan dilakukan sebagai upaya efisiensi. “Dari tahun ke tahun pasti kita pangkas, karena memang kebutuhan OH itu lebih sedikit dibandingkan PKKMB. Cuma dua hari, dan suasananya juga lebih santai,” tuturnya pada Minggu (30/8).
Melati (bukan nama sebenarnya) yang juga merupakan panitia divisi SPV Rabraw 2026, menilai kebutuhan panitia seharusnya disesuaikan dengan fungsi dari setiap divisi. “Kalau divisi kesehatan menurut saya lebih baik semuanya tetap ikut. Soalnya saya lihat tadi kondisinya memang banyak yang pingsan, banyak yang ada masalah kesehatan,” ujarnya.
Namun, menurut Dafa, karena jumlah mahasiswa baru yang sakit pada rangkaian OH lebih sedikit, sehingga SDM yang ada saat ini sudah memadai. “Berdasarkan data yang kita pegang dari tahun ke tahun untuk korban [mahasiswa baru yang sakit] saat OH itu juga lebih sedikit, acaranya juga lebih santai, sehingga SDM yang sekarang [ketika OH] itu sudah sangat memadai,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa mekanisme pemilihan panitia yang tetap bertugas saat OH diserahkan kepada Koordinator (CO) dan Wakil Koordinator (WACO) setiap divisi. “Dari CO dan WaCO menilai, jika ada panitia yang kurang aktif, kurang efektif, dan kurang maksimal itu yang akan dipangkas,” jelas Dafa.
Penulis : Ahmad Reza Uzfalusi & Nadia Rahmadini
Editor : Nadil Ulum Annafis
