INDONESIA BERGABUNG DALAM BOARD OF PEACE, ALIANSI KAMPUZ: ITU SANGAT BULLSHIT
Fotografer: Fudhail Najmuddin Almuzaki (anggota magang)
MALANG–KAV.10 Pada Sabtu (14/2), Komite Aliansi Mahasiswa Pro Palestina Anti USA-Zionis (KAMPUZ), menggelar aksi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang sebagai bentuk respon akan tindakan yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang memilih bergabung dalam organisasi Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).
Para peserta aksi menuntut pemerintah untuk meninjau kembali keterlibatan Indonesia dalam organisasi internasional yang menurut mereka merugikan Palestina. Husein, salah seorang anggota KAMPUZ dan koordinator lapangan aksi mengatakan ketidaksepakatannya terhadap BoP. “Sebagai aktivis [kemerdekaan] Palestina, kami tidak mau ikut bergabung dalam Board of Peace yang di dalamnya [organisasi] ada Netanyahu dan si Trump.”
BoP atau Dewan Perdamaian merupakan organisasi yang dibentuk sebagai badan pengawasan rencana pelaksanaan perdamaian Gaza, Palestina. Husein menyatakan, BoP yang disebut sebagai jalan tengah untuk kemerdekaan Palestina dan Israel, tidaklah benar. Menurut Husein, adanya organisasi ini hanya untuk Israel saja. “Tidak ada Palestina di Board of Peace, hanya Israel. Board of Peace itu sangat bullshit, tidak ada kedamaian di situ.”
Seruan takbir turut menghiasi aksi saat itu. Dimulai dengan rangkaian seni dan orasi, dari pembacaan puisi drama bertema genosida, sampai penampilan musikalisasi puisi dilakukan di depan gedung DPRD. Selepas orasi dan penampilan demi penampilan, para peserta aksi bersama-sama mengelilingi Alun-Alun Tugu Kota Malang sambil membawa bendera Palestina dan Indonesia berukuran panjang. Mulai dari mahasiswa, masyarakat sekitar, komunitas-komunitas, hingga anak-anak ikut berpartisipasi dalam aksi.
Dibutuhkan setidaknya dua minggu bagi KAMPUZ, sebagai penyelenggara aksi, untuk melakukan koordinasi massa. Sebagai koordinator lapangan, Husein mengatakan persiapan dilakukan dalam kurun waktu dua minggu dengan memanfaatkan media sosial dan relasi antar kampus. “Kita [KAMPUZ] juga bermitra dengan UB SJP (Universitas Brawijaya Student Justice for Palestine), UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) SJP, dan Malang SJP,” jelasnya.
Husein juga menambahkan akan adanya aksi lanjutan, “Tentu, pasti ada aksi [lagi].” Aksi lanjutan ini akan terealisasi apabila dalam kedepannya, Indonesia masih belum juga mundur dari BoP, dan terlaksananya rencana suntikan dana sebesar 17 triliun oleh Presiden Prabowo kepada BoP.
Penulis: Fudhail Najmuddin Almuzaki (anggota magang)
Editor: Sofidhatul Khasana
