PENUGASAN STEMPEL RAJA BRAWIJAYA DIBATALKAN, KAPEL: ITU DI LUAR EKSPEKTASI KITA

0
Sumber: Screenshot penugasan RAJA APPS

MALANG-KAV.10 Penugasan pengumpulan stempel pada Open House RAJA Brawijaya 2026 dibatalkan setelah pelaksanaan hari pertama pada Sabtu (29/8). Pembatalan tersebut disampaikan melalui saluran WhatsApp resmi RAJA Brawijaya pada pukul 19.19 WIB. Sebelumnya mahasiswa baru (maba) diwajibkan mengumpulkan empat stempel yang kemudian dikurangi menjadi satu stempel pada hari pertama sebelum akhirnya dibatalkan.

Mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB), Owl (bukan nama sebenarnya), mengeluhkan penugasan pengambilan stempel yang tidak kondusif. Ia menceritakan antrean pengambilan stempel di Bundaran UB sempat bercampur dengan barisan dari arah lain. “Kita udah ngantri lama, malah mereka yang jalan duluan [maba yang baru antre dapat stempel duluan],” ujarnya ketika diwawancara pada Senin (31/8).

Selain antrean, Owl mengatakan maba juga harus berpindah lokasi karena tinta stempel habis di titik Perpustakaan UB. “Tapi anehnya itu masih pagi sekitaran jam 07.30 tinta udah habis,” ucap Owl. Maba kemudian diarahkan menuju Gedung Widyaloka, tetapi kembali diminta menunggu karena tinta stempel juga habis. “Di Widyaloka itu jam 08.00, [aku dengar] ‘Nanti ya guys tunggu 45 menit, tintanya habis’,” ucap Owl menirukan panitia.

Ketua pelaksana RAJA Brawijaya, Daffa, mengaku bahwa penugasan stempel memang hanya ada di tahun ini. Ia pun menjelaskan bahwa adanya penugasan itu telah berkonsultasi dengan rektorat. “Namun, pada saat pelaksanaannya dari kami menyadari bahwa alur mobilisasinya agak terhambat. Karena memang mabanya banyak dan itu di luar ekspektasi panitia,” jelasnya dalam wawancara pada Minggu (30/8).

Menanggapi masalah tersebut, Daffa menjelaskan bahwa panitia telah mengambil langkah cepat. Ia menerangkan, “Akhirnya, kita cut. Awalnya, maba diharuskan untuk mengumpulkan empat stempel, kemudian dijadikan satu stempel.”

Daffa mengatakan penugasan tersebut dibuat agar maba tidak langsung pulang setelah menjalankan kegiatan. Maba diarahkan melewati empat titik yang telah ditentukan selama Open House. “Tujuannya agar maba ini tidak pulang ataupun istilahnya mereka lebih interaktif di booth tenant,” ujarnya.

Owl sendiri mengatakan setelah stempel terkumpul, sebagian maba memilih pulang dan tidak melanjutkan kegiatan di UKM. Ia mengusulkan agar stempel ditempatkan di setiap UKM sebagai bukti kunjungan. “Kalau memang pengen ada tugas penugasan stempel, kenapa enggak stempelnya di UKM aja?” usul Owl.

Penulis: Elvaretta Rahma Devina 
Editor: Nabila Hanifaty Nuryasha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *