DPM FIB TANGGAPI MUNCULNYA “YAKUSA” PADA SLOGAN NAMA ANGKATAN FIB 2026
Sumber: Screenshot postingan Instagram @terasbudayafibub
MALANG-KAV.10 Akun Instagram Teras Budaya Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) 2026 mengunggah postingan pengumuman nama angkatan bagi mahasiswa baru (maba) 2026 pada Rabu (4/8). Dalam unggahan tersebut, terdapat slogan “Yakin Berbudaya, Usaha Berkarya, Sampai Mendunia” setelah nama angkatan disebut. Slogan tersebut memuat kata “Yakusa” yang dikenal sebagai jargon kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Unggahan tersebut kemudian di-take down dan diganti dengan unggahan baru pada Jumat (7/8), tiga hari setelah unggahan pertama diterbitkan. Ketua Pelaksana Teras Budaya FIB 2026, Hilmy, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah slogan menjadi polemik dan mendapat pertimbangan dari panitia. “Sebuah polemik yang cukup besar dan di situ ada perbedaan, ada pertimbangan dari teman-teman panitia juga. Akhirnya kita tidak tinggal diam, kita sadar ini hal menjadi polemik dan dirasa tidak bisa diteruskan,” ujarnya dalam wawancara pada (18/8).
Slogan yang sebelumnya berbunyi “Yakin Berbudaya, Usaha Berkarya, Sampai Mendunia” diubah menjadi “Dari Budaya, Berani Berkarya, Arkanadhika Mendunia”. Terkait hal ini Fikri, Ketua Umum Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FIB, mengatakan istilah yakusa yang dimaksudkan dalam slogan tidak secara eksplisit merupakan jargon HMI.
Fikri menyatakan bahwa inisiasi ini berada di luar dari keputusan yang diawasi oleh DPM. “Kami tidak mengetahui [proses pengambilan keputusan] secara langsung. Kami mengetahui ini setelah postingan di-upload di Instagram PKKMB.” Ia menambahkan, “Menurut kami sebagai DPM tidak ada kecacatan administratif di dalamnya. Dalam artian memang tidak ada aturan resmi yang melarang hal-hal tersebut,” jelas Fikri.
Terkait penggunaan kata “Yakusa”, Fikri mengatakan istilah tersebut tidak disebutkan secara eksplisit sebagai jargon HMI. Ia menambahkan bahwa peran DPM tidak termasuk pada proses pengambilan keputusan terkait hal-hal yang ada pada kepanitiaan Teras Budaya FIB. “Proses pengambilan keputusan panitia Teras Budaya itu mempunyai alurnya sendiri dan tidak wajib melewati kami,” ucap Fikri.
Sebelum pelaksanaan Teras Budaya, DPM memanggil Ketua dan Wakil Ketua Pelaksana untuk menindaklanjuti sejumlah hal yang perlu menjadi bahan evaluasi. “Kami sudah memanggil ketua pelaksana dan juga wakil ketua pelaksana perihal persiapan dari rangkaian Teras Budaya dan itu menindaklanjuti hal-hal yang memang sudah ramai waktu itu,” jelas Fikri. Ia menambahkan, “surat pemanggilan yang kami keluarkan itu dilaksanakan atau proses pemanggilan kepada ketua pelaksana itu dilaksanakan setelah reveal nama angkatan.”
Hingga berita ini diterbitkan, Kavling10 telah menghubungi Razan, Ketua Umum HMI Komisariat Fakultas Ilmu Budaya UB, untuk meminta tanggapan terkait penggunaan slogan tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, Razan belum memberikan tanggapan.
Penulis: Fudhail Najmudin Al Muzaki
Editor: Nabila Hanifaty Nuryasha
