AKSI INDONESIA GAWAT DARURAT: BAHU MEMBAHU MASYARAKAT DAN JANJI BARU DPRD KOTA MALANG

MALANG-KAV.10 Massa aksi Indonesia Gawat Darurat berhasil mendesak anggota DPRD Kota Malang untuk menemui mereka pada Senin (15/6). Sore itu, mereka menyampaikan permintaan maaf serta mengakomodasi tuntutan massa dengan janji akan menyampaikan tuntutan tersebut ke pemerintah pusat dalam waktu kurang dari 3 hari.
Bermula dengan long march, massa aksi melakukan orasi dan nyanyian sepanjang Alun-Alun Kota Malang menuju DPRD Kota Malang. Mereka menyuarakan 5 tuntutan, yaitu peningkatan efisien dan transparansi APBN, penurunan harga-harga barang pokok dan BBM, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, penghapusan dwifungsi ABRI, serta permintaan maaf oleh pemerintah.
Zidane, Presiden Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya, mengecam pemerintah karena dianggap telah tutup telinga selama ini. Ia pun meyakini akan terdapat eskalasi massa aksi jika pemerintah tidak merespon dengan baik. “Jika rakyat saja sudah tidak didengarkan, maka sebentar lagi kejatuhan rezim sangat bisa terjadi,” tegasnya sore itu.
Dari Rakyat untuk Rakyat
Di tengah terik dan gelora aksi, setermos es mambo bertuliskan “Ga Pakai Uang Rakyat” dikerumuni oleh massa. Tidak hanya es mambo, air mineral dan makanan ringan juga menjadi logistik yang disediakan saat itu. Azel, perwakilan Donatur Kolektif, menjelaskan bahwa penyediaan logistik tersebut adalah kolaborasi dengan Humanity Care dan Forum Silaturahmi Impala. “Kami ingin aksi teman-teman mahasiswa ini bisa semakin kondusif dan terbantu dengan adanya support logistik yang kami sediakan,” jelasnya.
Kolaborasi itu bermula ketika pihak Donatur Kolektif dihubungi oleh Humanity Care. Dari percakapan itu, mereka segera menyediakan sumber daya manusia. Persiapan posko logistik cukup singkat. “Baru tadi pagi kami langsung pesan minuman sejumlah 100 dus, terus untuk makanan tadi pas jam 10,” papar Azel.
Banner bertuliskan “Donasi Warga Threads untuk Warga Indonesia” terpancang di ujung Balai Kota. Bantuan yang diperoleh pun melibatkan warga sosial media, hingga total belanja mencapai sekitar 5-7 juta. Azel menambahkan, “Belum termasuk Grab, Gojek yang berhenti untuk mengantar donasi.”
Beberapa pedagang kaki lima di sekitar tempat aksi turut dilariskan dagangannya. Azel berkata, “Ketika para pedagang kaki lima lewat, kami beli semua sekalian dagangan mereka sekalian support.”
Janji Baru DPRD Kota Malang
Tak kunjung turun dan memberi jawaban atas tuntutan, massa melakukan aksi bakar ban. Mereka kemudian membuat barikade untuk mencoba merangsek masuk ke Gedung DPRD Kota Malang. Asap hitam pekat mengepul tinggi ke langit, sebelum akhirnya para anggota dewan turun dan menemui massa aksi.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, melakukan permohonan maaf di hadapan sejumlah massa aksi. Ia berkata, “Saya berharap dengan kapasitas kami sebagai perwakilan dari pemerintah pusat yang ada di Kota Malang mampu untuk memberikan aspirasi dan mendistribusikan aspirasi dari teman-teman semua.”
“Saat ini, kami sedang menjalankan seluruh kebijakan-kebijakan yang sedang diupayakan untuk dievaluasi bersama,” tambah Amithya.
Kemudian, Wakil Ketua DPRD Kota Malang dari Fraksi Gerindra, Rimzah, menyampaikan pula permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi akhir-akhir ini. Ia pun berjanji akan menyampaikan tuntutan tersebut ke pemerintah pusat. “Saya selaku pimpinan DPRD Kota Malang dari Fraksi Gerindra dan pimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kota Malang akan bertanggung jawab tuntutan kalian semua akan sampai di tingkat pusat,” jelasnya.
Rimzah menyampaikan bahwa tuntutan tersebut dapat dipantau melalui akun media sosial Gerindra maupun DPRD Kota Malang. Dia menegaskan, “Yang pasti, hari ini akan kami sampaikan. Kalian akan mendapat tanda terima. Hari ini maupun sampai 3 hari ke depan kalian akan mendapatkan update dari kami semuanya.”
Terkait penghentian program MBG, Rimzah dengan yakin mengatakan, “Anggota DPRD Kota Malang Fraksi Gerindra tidak ada yang memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Bisa dicek.”
Penulis: RED
Editor: DND
