Now and Then: Menghidupkan Kembali Suara John Lennon

“I know it’s true
It’s all because of you
And if I make it through
It’s all because of you”
8 Desember 1980, seorang penggemar berat menembak mati pujaannya. Ditembus peluru, John Lennon, mantan personil The Beatles itu meninggal dunia. Sehingga, sebuah karya yang telah ia ciptakan dan belum pernah diterbitkan sebelumnya, meninggalkan rekaman demo yang masih kasar. Kumpulan demo yang direkam seadanya oleh John kemudian oleh Yoko Ono, istrinya, diserahkan pada mantan personil Beatles lainnya.
Di tahun 90-an, George, Paul dan Ringo berniat menggarap satu lagu gubahan John yang berjudul Now and Then. Sayangnya, rekaman yang dibuat John terlampau buruk untuk diproses dalam dapur rekaman. Suaranya dan suara piano saling bertumpuk dan sulit dipisahkan. Mustahil untuk melanjutkan projek itu tanpa John. Mereka bertiga, yang tersisa, menyerah.
Untungnya, George Horrison masih sempat merekam suara melodi gitarnya sebelum ia meninggal. Tetapi keuntungan itu tidak berarti apa pun hingga dua dekade setelahnya. Di tahun 2022, ketika Artificial Intelligence (AI) mencapai kecanggihannya, Paul dan Ringo (keduanya yang tersisa) mendapat angin segar. Suara John dapat dihadirkan kembali melalui AI. Sehingga Now and Then kemudian menjadi single terakhir The Beatles yang muncul di abad 21.
Tapi perlu dipahami di sini bahwa peranan AI menggantikan John tidak seperti yang banyak bermunculan di konten meme di media sosial. Melainkan AI berperan untuk memisahkan suara John dengan suara piano dan noise di belakangnya. Kecerdasan buatan itu bisa mengenali suara John dengan begitu detail dan menyimpannya sebagai data tersendiri.
Secara materi Now and Then adalah lagu The Beatles yang paling sempurna mixing dan mastering-nya. Tentu saja, karena lagu itu dibuat di tahun ini. Akan tetapi, sifat pembaharu yang dimiliki The Beatles tidak sirna sekali pun sudah bubar di tahun 1970 tahun lalu. Karakter musik yang renyah dan rapi masih menjadi karakter yang terpantri dalam benak para Beatles Mania.
—
Ini adalah jasa Peter Jackson yang juga melakukan hal yang sama pada saat pembuatan film dokumenter The Beatles: Get Back. Bersamaan dengan dirilisnya lagu ini, ia juga membuat film dokumenter pendek yang judulnya sama dengan judul lagunya. Terlebih lagi, Peter Jackson adalah sutradara musik video lagu ini. Dalam video klip itu, banyak cuplikan-cuplikan para personil The Beatles yang belum pernah ditayangkan sebelumnya.
—-
Kematian George tidak sepenuhnya sia-sia dalam pembuatan single ini, terutama petikan gitar eksperimentalnya yang menjadi warisan. Solo gitar itu menempati posisi penutup pada lagu yang dirilis pada Jumat, 3 November 2023 itu. Petikan magis yang menjadi karakter George menjadi salam perpisahan bagi Beatles Mania, di mana rilisnya lagu terakhir ini, menandakan sudah tidak ada lagi materi yang tersisa untuk dirilis di kemudian hari. Paul dan Ringo mengisi kekosongan suara bass dan drum. Mereka juga menjadi backing vocal yang mengiringi suara John, menjadi perlambang atas maksud, “John, kamu tidak sendirian.”
Penulis: Moch. Fajar Izzul Haq
