AKSI KAMISAN MALANG KE-145 PERINGATI MOMENTUM SEPTEMBER HITAM

0
Fotografer: Hasna Radita

MALANG-KAV.10 Massa yang terdiri dari elemen masyarakat sipil, mahasiswa, hingga kolektif NGO menggelar Aksi Kamisan ke-145 di depan Balai Kota Malang pada Kamis (3/9). Aksi simbolis ini diusung untuk memperingati momentum September Hitam.

Salah seorang massa aksi, John, menjelaskan bahwa aksi kali ini berjalan secara organik demi merawat ingatan publik atas berbagai bentuk penindasan HAM oleh negara. Berangkat dari semangat itu, ia menyatakan pentingnya menghapuskan impunitas serta mengadili para pelaku pelanggaran HAM. “Sebenarnya karena momen bulan September ini ya, Aksi Kamisan kami bawakan [untuk] menolak lupa [dan] merawat ingat terkait pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi pada momen September, yaitu September Hitam ini,” tutur John.

Sejalan dengan John, Kevin, mahasiswa FISIP UB, mendesak adanya kejelasan atas nasib korban yang dihilangkan secara paksa. Ia marah atas respon pemerintah yang tidak kunjung menanggapi rentetan aksi kamisan yang telah diselenggarakan. “Marah jelas. Marah karena itu yang mereka hilangkan secara paksa, yang mereka matikan suaranya, yang mereka bungkam suaranya itu adalah teman-teman kita. Mereka punya hak asasi,” ungkap Kevin menyuarakan kekecewaannya. 

Rekan Kevin, Fale, mengaitkan hal tersebut dengan tidak adanya kejelasan hukum bagi pelaku pelanggar HAM tersebut. Ia menuntut adanya usut tuntas terhadap pelaku-pelaku pelanggar melanggar HAM tersebut. “Jadi, di sini kami menuntut usut tuntas terhadap pelaku-pelaku yang melanggar HAM,” ujar Fale.

Penulis: Rofilah Chyntia
Editor: M. Tajul Asrori

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *