RENOVASI GEDUNG UKM HAMBAT AKTIVITAS ORGANISASI MAHASISWA

0

MALANG-KAV.10 Berdasarkan surat pemberitahuan rektorat Nomor 1813/UN10.B20/TU/2023, renovasi pengecatan Gedung UKM Universitas Brawijaya dilakukan terhitung sejak 6 Oktober 2023. Renovasi Gedung UKM ini akan berjalan selama 90 hari sampai tanggal 31 Desember 2023.

Renovasi Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ini menuai keluh kesah anggota-anggota UKM Universitas Brawijaya. Pasalnya, akses anggota UKM menuju sekretariat dibatasi. Selain itu, beberapa UKM bahkan dihalangi untuk masuk gedung, sehingga membatasi alur aktivitas organisasi mahasiswa.

Ketua umum UKM Unitantri, Affan, mengeluhkan perihal sulitnya akses menuju gedung UKM selama masa renovasi. “Kami pernah mau ambil (barang, red.) pas bulan apa ya, Oktober atau apa kalo gak salah. Kami itu kayak sedikit dimarahin. ‘Gak boleh, Mas. Karena ini surat edarannya dinonaktifkan’ seperti itu bilangnya penjaga,” keluhnya.

UKM Kutub juga turut mengeluhkan hal yang sama. Aring, selaku wakil ketua Kutub ikut mengungkapkan bahwa UKM pada akhirnya tidak boleh mengadakan aktivitas apapun di sekret. Aring juga mengaku bahwa UKM Kutub tidak menerima surat pemberitahuan terkait renovasi gedung UKM ini.

Selain akses untuk beraktivitas di sekretariat UKM yang menjadi terbatas. Beberapa UKM juga mengeluhkan terkait kondisi ruangan yang berantakan selama pelaksanaan renovasi. Salah satu UKM yang mengalami kejadian kurang menyenangkan ini berasal dari UKM IAAS. Matthias Adi, selaku anggota IAAS menyatakan bahwa kondisi ruang sekret menjadi sangat berantakan dan dipenuhi oleh barang. Banyak inventaris UKM yang dipindah sembarangan oleh kontraktor. Ia bahkan menemukan sampah puntung rokok di dalam ruang UKM.

Menanggapi keluh kesah UKM akibat proses renovasi Gedung UKM ini, Mentri Dalam Negeri EM, Dzaki merencanakan untuk membahasnya ke rektorat. “Minggu depan. Kita coba naik ke rektorat terkait penyampaian tabulasi masalah dari teman-teman UKM. Jadi setelah kami himpun, kami tabulasikan masalahnya apa habis itu coba kami usahakan untuk naik ke rektorat,” terang Dzaki ketika diwawancarai awak Kavling10 pada 06/12.

Beberapa UKM menuntut bukan hanya kebagusan dari gedung saja, tetapi juga sistem operasional yang maksimal dan fasilitas yang memadai bagi UKM. “Ya ayolah, kita udah PTNBH, bisa memaksimalkan apa yang kita butuhkan di lingkungan masyarakat UB. Kembali lagi, seperti itu, UKM cuma butuh kegiatan, bukan ke-narsis-an,” tutup Affan.

Penulis: Novera P Karina
Kontributor: Khairul Ihwan
Editor: Adilah Diva Larasati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.