SATU ARAH KAYUTANGAN BERLAKU, SOPIR ANGKOT BERSUARA

0

MALANG-KAV.10 Sejalan dengan dilakukannya simulasi satu arah pada kawasan Kayutangan, para sopir angkot mengadakan aksi untuk menolak sistem tersebut.Beberapa aksi itu berupa pemasangan stiker “Tolak Satu Arah” yang ditempelkan di kaca belakang mobil angkutan kota, terutama jurusan Arjosari-Gadang. Selain itu, Selain itu para Sopir angkot yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Angkotan Kota Malang juga menggelar demo menolak Satu Arah di perempatan Rajabali, Lowokwaru, pada Senin (20/2) lalu.

Alasan penolakan itu dikarenakan kebijakan Satu Arah Kayutangan dinilai sangat tidak menguntungkan dikarenakan trayek para sopir angkot akan terputus. Terputusnya trayek tidak hanya merugikan trayek angkot AG, melainkan trayek angkot lain.

Menanggapi hal tersebut, Sutiaji, wali Kota Malang, turun langsung untuk berdialog dengan para demonstan. Beliau mengatakan, akan ada jalur khusus yang dibuat untuk para sopir angkot. Jadi, para sopir angkot tetap bisa melewati trayek yang sama dengan sistem Contraflow (lawan arah).

Berdasar pengamatan reporter Kavling10, penerapan contraflow akan berbahaya bagi pengendara. Laju kendaraan ke arah utara begitu kencang. Sebagaimana dijelaskan dalam forum sopir dengan pemerintah, kebijakan contraflow belum diterapkan dan masih dalam pengkajian. Sementara ini, angkot jurusan AG masih mengikuti skema yang telah dibuat.

Kami mewawancara salah satu sopir angkot yang akrab dipanggil Cak Kipli. Ia mengatakan, sampai pertanggal 23 Februari, para sopir angkot masih terbatasi trayeknya, yang artinya sistem yang dijanjikan oleh Sutiaji masih belum diberlakukan.

Padahal, menurut Cak Kipli, sudah banyak problematika yang dialami sopir angkot dalam menjalankan pekerjaannya. “Sebenarnya terkait masalah Kayutangan Heritage, itu kan sudah dikaji dari 5 tahun yang lalu, lalu kenapa tahun ini tiba-tiba dibuat sistem satu arah, sedangkan kami (sopir angkot) sudah banyak mendapat masalah seperti banyaknya transportasi online, pandemi tahun lalu, dan sekarang satu arah, padahal harusnya tahun ini kami para sopir angkot bisa bangkit secara ekonomi.” Ucap Cak Kipli.

Pesan yang ingin disampaikan dari Cak Kipli adalah untuk Sutiaji bisa dipegang janjinya terkait jalur khusus untuk sopir angkot, agar para sopir angkot bisa menafkahi keluarganya dengan sepantasnya. “Kalau sapi yang dipegang lehernya, kalau manusia yang dipegang omongannya.” Ujar Cak Kipli.

Penulis : Bilal F. dan Asa Amirsyah

Kontributor : Sifin Astaria

Editor : Moch. Fajar Izzul Haq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.