MENILIK SISTEM PKKMB FIB, FAKULTAS PENYUMBANG MAHASISWA DIFABEL TERBANYAK DI UB

0
Kesetaraan fasilitas bagi mahasiswa difabel di FIB UB. Sumber: Mahesa Fadhalika N.

MALANG-KAV.10 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) lagi-lagi kembali menjadi fakultas dengan penyumbang mahasiswa penyandang disabilitas terbanyak di UB. Dengan catatan kurang lebih 20 orang mahasiswa difabel berasal dari FIB pada tahun 2021, FIB pun meraih titel sebagai fakultas dengan mahasiswa difabel terbanyak. Pada tahun 2022, walaupun jumlah mahasiswa belum final, FIB tetap memegang titel tersebut. 

“Tahun lalu, kurang lebih 20. Tahun ini datanya belum final. Tapi, biasanya, selalu terbanyak tiap tahun”, ujar Farid saat diwawancarai oleh awak Kavling pada (6/7).

Kegiatan PKKMB di FIB tahun ini belum dipastikan apakah akan dilaksanakan secara daring, hybrid, atau luring. Namun, dilihat dari dua tahun ke belakang, PKKMB FIB diadakan secara daring. Selama pelaksanaan PKKMB daring, mahasiswa difabel tidak mendapat perlakuan maupun pengawasan khusus. Advisor atau pengawas cukup mengetahui hadir atau tidaknya mahasiswa difabel pada cluster yang dinaungi. 

Berbeda dengan tiga tahun ke belakang, PKKMB tahun 2019 diadakan secara luring. Panitia PKKMB FIB menghadirkan pendamping khusus yang sudah dilatih untuk membantu dan mendampingi mahasiswa penyandang disabilitas yang mengikuti berjalannya PKKMB FIB. Panitia tersebut berasal dari staf tendik, mahasiswa, dosen, dan Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD).

“Jadi untuk online ada advisor yang mengetahui ada atau tidaknya, biasanya kalau offline benar-benar ada pendamping khusus yang terlatih untuk mendampingi”, ujar Bilqis saat diwawancara oleh awak Kavling melalui Zoom pada (20/7).

Selain pendamping khusus, panitia juga menyediakan juru bahasa isyarat dalam kegiatan PKKMB di FIB. Pihak fakultas juga menyediakan fasilitas lengkap untuk mendukung aktivitas bagi mahasiswa difabel, seperti adanya kursi roda, tangga datar, dan lift di kedua gedung FIB.

Rangkaian PKKMB FIB tidak dibedakan untuk mahasiswa difabel maupun mahasiswa reguler. Namun, apabila ada kegiatan yang tidak dapat diikuti oleh mahasiswa difabel, maka akan disesuaikan dan disediakan kegiatan alternatif yang dapat dilaksanakan.

Penulis: Syadza Nirwasita dan Fingka Aprilia Efendy
Editor: Mahesa Fadhalika Ninganti

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.