Materi Anti Radikalisme Masuk Rangkaian Raja Brawijaya

0

Edisi 1

MALANG-KAV.10 Pasca aksi teror bom yang terjadi di Surabaya Mei lalu, banyak pemberitaan, seminar, dan diskusi seputar Radikalisme dan Terorisme. Bahkan rilis dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut ada tujuh kampus yang disinyalir terpapar paham radikalisme, dan salah satunya adalah Universitas Brawijaya. Hal itu kamagra 100mg kemudian direspons dengan memasukkan materi mengenai isu radikalisme termasuk pada rangkaian Raja Brawijaya hari ini (14/08).

Dalam rangkaian acara yang sudah disusun panitia, ada acara “Materi Anti Radikalisme” yang diisi oleh Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. Hamli. Ditemui di ruangan, Wakil Rektor III Arief Prayitno mengatakan bahwa ini salah satu respons dari kampus terkait kasus-kasus nasional yang terjadi di negara kita.

“Ini juga kan karena UB sendiri menurut BNPT masuk tujuh kampus terindikasi paham radikalisme, tapi kan tanda kutip, tapi kita kan belum tahu persis ya radikalnya kenapa, tetapi kan kita harus antisipasi yang begitu itu,” ungkap beliau.

Rektor UB Nuhfil Hanani mengatakan bahwa Materi Anti Radikalisme itu tidak ada bedanya dengan Materi Bela Negara atau Cinta Tanah Air. Ia juga menambahkan bahwa sebenarnya tidak masalah apabila pihak UB yang mengundang BNPT, TNI dan Polri.

“Namanya saja yang beda, karena ya ada isu radikalisme ya maka namanya begitu” ucap Nuhfil.

Dampak penyebutan UB sebagai kampus terdampak paham radikalisme direspons oleh pihak Eksekutif Mahasiswa Brawijaya, Heri mengatakan bahwa adanya Materi Anti Radikalisme karena tekanan dari pihak luar. “Jelas ya sikap dari EM itu gimana nanti mahasiswa di UB ini bersatu, melawan atau menangkal isu-isu seperti ini. Dan jelasnya kita usahakan menanggulanginya lah,” ucap Menteri Pergerakan EM UB itu. (agn/sad)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.