DIVISI PENUGASAN DITAMBAHKAN DI TENGAH REKRUTMEN RABRAW 2026, KAPEL: BAGIAN DARI EVALUASI TAHUN SEBELUMNYA

0

Screenshot Instagram Raja Brawijaya

MALANG-KAV.10 Divisi penugasan muncul dalam struktur kepanitiaan Raja Brawijaya (Rabraw) 2026 saat pengumuman hasil seleksi panitia inti pada Rabu (13/5). Divisi tersebut sebelumnya tidak tercantum dalam booklet open recruitment panitia. Ketua Pelaksana (Kapel) Rabraw 2026, Daffa, mengatakan pembentukan divisi penugasan merupakan inovasi dalam grand design yang disusunnya sebagai tindak lanjut evaluasi pelaksanaan Rabraw tahun sebelumnya. 

Menurutnya, inovasi tersebut dilakukan karena masih ditemukan persoalan dalam mekanisme penugasan mahasiswa baru. “Karena tahun-tahun [sebelumnya] banyak case di mana maba [mahasiswa baru] yang tidak mengerjakan penugasan lulus dan maba yang mengerjakan penugasan tapi enggak lulus,” ujar Daffa ketika diwawancarai pada Sabtu (24/7). 

Pembentukan divisi penugasan diputuskan setelah Daffa terpilih sebagai ketua pelaksana. “Ketika pengumuman ketua pelaksana dan wakil pelaksana muncul, kita berdiskusi terkait adanya divisi penugasan ini dan itu pun atas pertimbangan steering committee dan panwas (panitia pengawas), dan juga merupakan arahan dari panitia dosen,” jelasnya.

Karena divisi penugasan belum tercantum dalam booklet open recruitment, anggota divisi tersebut diambil dari pendaftar divisi supervisor (SPV) dan divisi acara. “Di [divisi] penugasan, kita ambil dari pendaftar SPV dan acara,” ucap Daffa pada Sabtu (6/6). Ia menjelaskan booklet open recruitment disusun sebelum kapel dan wakapel terbentuk.

Koordinator divisi penugasan, Alodia, membenarkan bahwa dirinya baru mengetahui keberadaan divisi penugasan saat pengumuman hasil seleksi panitia inti. “Kami tahunya bersamaan dengan [pengumuman] CO (koordinator) dan WACO (wakil koordinator) lainnya, lalu setelah itu Kapel dan Wakapel baru menjelaskan apa itu divisi penugasan dan tujuannya,” ujar Alodia pada Senin (26/7). Ia mengatakan penjelasan mengenai tugas dan fungsi divisi baru diberikan setelah dirinya ditetapkan sebagai koordinator.

Alodia mengungkapkan dirinya bersama wakil koordinator divisi penugasan awalnya mendaftar sebagai koordinator divisi SPV. Berdasarkan hasil seleksi, Alodia dan Zizi (wakil koordinator) kemudian ditempatkan pada divisi penugasan. 

“Kami mendaftar sebagai CO dan WACO SPV, aku dan Zizi. Lalu yang dikatakan oleh kapel, nilai kami di bawah CO dan WACO SPV, makanya kami berdua yang diambil sebagai CO dan WACO penugasan,” jelasnya. Meski ditempatkan pada divisi yang baru dibentuk, Alodia mengatakan tidak ada staf yang menolak penempatan tersebut. 

Penulis: Faida Nurul Imamah
Editor: Nabila Hanifaty Nuryasha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.