PERINGATI MAY DAY, GABUNGAN MASSA AKSI TUNTUT UPAH LAYAK DAN PERLINDUNGAN BURUH

0

Fotografer: ASH

MALANG-KAV.10 Sejumlah massa dari elemen buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil menggelar aksi di depan Balai Kota Malang dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat (01/05). Aksi tersebut tetap berlangsung di tengah gerimis yang turun di lokasi. Massa dari berbagai organisasi, seperti Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) dan Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu (ARAH BARU), menyampaikan tuntutan terkait upah layak dan perlindungan pekerja.

Keresahan tersebut dirasakan oleh Abdul Hamid, buruh PT Asindo Karsa Jaya yang telah bekerja sejak tahun 2002. Ia datang ke aksi ini bersama buruh lain dari SPBI untuk menyampaikan kondisi upah yang masih berada di bawah Upah Minimum Kota (UMK). “Selama ini upah kita tetap, enggak stabil, di bawah UMK. Jadi saya di sini mau memperjuangkan hak-hak saya,” tutur Abdul di tengah aksi. 

Tidak hanya soal upah, jaminan kesehatan juga menjadi tuntutan dalam aksi tersebut. Abdul beserta Khairul Imron, massa lain dari SPBI, mengatakan pekerja masih kesulitan mengakses BPJS Ketenagakerjaan karena perusahaan tidak rutin membayar iuran. “Upah saya kurang stabil dan BPJS kesehatan enggak ada. Jadi saya minta rekan-rekan untuk (turut) memperjuangkan hak-hak saya,” ujar Khairul.

Lebih lanjut, Herdian Pramanda selaku Menteri Kajian Pencerdasan Isu Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (KPI EM UB), turut menyoroti Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) yang telah disahkan, tetapi belum dipublikasikan secara umum. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pekerja belum mendapatkan kejelasan mengenai upah minimum. “Selain upah, ada (bagian) dari buruh itu masih mendapatkan kekerasan, baik secara fisik maupun mental,” tambahnya.

Senada dengan Herdian, Wakil Menteri KPI EM UB, Muhammad Farhan, menandaskan bahwa aksi ini bukan sekadar seremonial tahunan. Menurutnya, May Day merupakan wadah penyadaran bahwa setiap elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, adalah bagian dari kaum pekerja. “Dengan adanya aksi hari ini, kita sedang menyadarkan seluruh elemen agar tidak lupa dengan tragedi-tragedi dan sejarah yang pernah berlalu,” pungkas Farhan. 

Penulis: ASH
Editor: NOA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.