LONGSOR DI MUHARTO, SATU KELUARGA TINGGALKAN RUMAHNYA
MALANG-KAV.10 Jalan kecil depan rumah yang dicat oranye itu longsor pada Rabu (29/01) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Rumah tersebut berada persis di samping deretan rumah kosong yang lebih dulu ditinggalkan para pemiliknya akibat longsor yang terjadi dua tahun silam di Kampung Muharto, Malang. Ahmad (46) dan Patin (43) ialah pemilik rumah oranye yang menghadap langsung ke Sungai Brantas itu. Patin menjelaskan bahwa tetangga sebelahnya telah meninggalkan rumah mereka buntut longsor kemarin.
“Ya, ndak hujan, ndak apa. Yang siangnya hujan, yang waktu longsor ndak hujan. Jadi, ya, ginilah langsung longsor wis,” tutur Patin. Ia juga menceritakan bahwa terdapat longsor serupa di deretan rumah kosong beberapa hari sebelum kejadian. Sehingga longsor yang terjadi di depan rumahnya telah menggenapkan jumlah Keluarga yang meninggalkan rumah mereka di Kampung Muharto dari sebelas keluarga menjadi dua belas keluarga.
Sedikitnya, Balai Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang memasang terpal pada dua titik longsor guna mengurangi terjadinya erosi sungai. Meskipun demikian, banyak terpal-terpal lain yang terlihat telah dipasang sebelum-sebelumnya. Terpal-terpal tersebut telah tersingkap dan banyak yang rusak.

Saat ditanya apakah sudah melapor ke pemerintah kota, Patin menjawab belum. Pasalnya, pemerintah kota telah menjanjikan untuk membangun plengsengan sejak longsor dua tahun yang lalu. “Loh mau diplengseng (oleh pemerintah kota, red.), katanya. Tapi yang di sini sudah (melapor, red.) ke (pemerintah, red.) provinsi kok ini. Nah, buktinya enggak ada apa-apa sampai sekarang. Ngomong doang toh,” tambah Patin.
Kini, Ahmad sudah tidak lagi berani untuk kembali ke rumah oranyenya untuk sekadar membersihkan seperti dulu. “Rumah saya itu resmi tiap tahun bayar pajak, sertifikat ada. Kenapa kok enggak respons, kayak pemerintah kok enggak respon?” Harap Ahmad besar.
Penulis: Badra D. Ahmad
Editor: Dimas Candra Pradana
Kontributor: Dhito Priambodo
