POTRET SLUM AREA DI BALIK GEMERLAP KOTA MALANG DALAM PAMERAN TEMU MATA

MALANG-KAV.10 Setelah mengangkat soal kuliner nusantara di tahun lalu, Himpunan Mahasiswa Antropologi (HIMANTARA) Universitas Brawijaya (UB) mengusung tema “Malang Coret” pada pameran Temu Mata kali ini. Pameran ini diselenggarakan di Galeri SAC Fakultas Ilmu Budaya (FIB) A selama delapan hari sejak Rabu (20/11), dengan menampilkan potret kehidupan masyarakat marginal di Kota Malang.
Potret-potret kehidupan masyarakat marginal, seperti minimnya ruang privat dan sektor pekerjaan informal, digambarkan melalui instalasi serta foto yang terpajang dalam pameran. Akhdan Sadida selaku Ketua Pelaksana Pameran Temu Mata mengungkapkan bahwa selama ini Kota Malang selalu diromantisasi di daerah-daerah tertentu, seperti di Jalan Ijen dan Jalan Kayutangan. Namun, permukiman-permukiman kumuh atau slum area, seperti di Muharto dan Jodipan, sering kali terlupakan. “Karena kan di sosmed (media sosial, red.) kita tahu bahwa Malang itu ngangenin, Malang after hujan itu bagus. Coba kalian Malang after hujan di Muharto, apa gak bau?” kata Akhdan.
Akhdan juga menambahkan bahwa pameran ini bukanlah pameran karya, melainkan pameran hasil penelitian. Kata Akhdan, riset telah dilakukan selama enam bulan sebelum pameran dilaksanakan. Selama melakukan riset, Akhdan melihat bagaimana kehidupan di daerah slum area begitu memprihatinkan. “Kamar mandi saja itu ruang komunal, gitu. Mereka mandi bareng. Cuci ayam mentah, bahan-bahan makanan, mandi, kencing di sana,” jelas Akhdan. Temuan-temuan dalam riset itu, ujar Akhdan, kemudian coba divisualisasikan dalam pameran ini.
Lebih lanjut, Akhdan berharap adanya pameran ini dapat meningkatkan kepekaan masyarakat, khususnya mahasiswa, terhadap kehidupan masyarakat marginal di Kota Malang. Akhdan juga menuturkan bahwa rangkaian pameran Temu Mata akan ditutup dengan sebuah acara bertajuk “Ruang Bingar” yang akan berlangsung pada 20 Desember 2024 mendatang di Gazebo Raden Wijaya.
Penulis: Dimas Candra Pradana
Editor: Ahmad Ahsani Taqwiim
