Ilustrator: Isna Nurhaliza

dari setiap suara

& kumpulan puisi yang masih terus dibaca

dari setiap peringatan

& kumpulan payung hitam di atas kepala

ancaman. teriakan. nyanyian. obrolan. kebenaran: menyatu dalam pekat kegelapan.

waktu menenggelamkannya dalam kuasa

meski jalan berupa rahasia

mungkinkah cahaya dan terbuka?

harga mati—mati tidak berharga

suara-suara berkumpul

memanggul perkara-perkara

bagaimana menyebut dan memberi nama pada ketidakjelasan hidup & mati. mengingatnya adalah cara membasuh dan menaburkan bunga-bunga di atas tanah yang tidak pernah ada.

barangkali Wiji tersesat dalam tumpukan kata

barangkali Munir menantinya untuk melebur di udara

September—milik nama-nama yang hilang dan tersisa 

Penulis:  Aurelya Dinda Praitwi (Pembaca Kavling10) Fakultas Ilmu Budaya, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.