BULETIN PIKSILASI EDISI II TAHUN 2026

0
Piksilasi II Tahun 2026

Ketika matahari tergelincir di balik cakrawala Kota Malang, sebuah tirai tak kasat mata turut pula turun bersamanya. Begitulah, barangkali mengapa malam tak pernah benar-benar diizinkan memiliki ceritanya sendiri. Setiap detik dari waktu gelapnya seolah merupakan sesuatu yang berhak dihakimi dan disepakati orang-orang siang hanya sebagai sebuah kemaksiatan. 

Pada Kota Malang, seringkali pula peradabannya hanya didefinisikan dari apa yang tampak di bawah terik matahari saja. Namun, ketika siang meluruh dan lampu-lampu jalan mulai berpijar penuh, sebuah realitas yang jauh lebih besar justru terbangun. Realitas itulah yang biasa disebut sebagai “Dunia Malam”. Realitas ini menghadirkan budaya dan segala stigma baru yang melekat padanya, kerap kali dihakimi sebagai ruang hitam yang dianggap tak berjalan beriringan dengan nilai moral. Padahal, remang dunia malam seharusnya tak dinilai sedangkal itu.

Dalam diskursus kelas pekerja misalnya, mereka menciptakan hiburan atas diri mereka sendiri dengan pengeras suara raksasa di jalanan kampung, tanpa perlu merasa terintimidasi oleh mahalnya harga kursi mewah pada kelab borjuis di kota. Pula bagi para pekerja malam di Kota Malang, yang mencari sepiring nasi di bawah pendar cahaya buatan. Ketika kita mungkin bersiap memeluk lelap, mereka justru baru melangkahkan kaki untuk memeras peluh, lalu pulang membawa letih tepat ketika matahari mulai muncul kembali. Dan begitulah orang-orang juga barangkali lupa bahwa malam tak sepantasnya diukur oleh satu kacamata moral saja. 

Maka, melalui buletin ini, kami memutuskan untuk masuk ke dalam ruang remang tersebut. Tidak untuk sekadar mengulang narasi moralitas yang usang, bukan pula memotret sisi gelap yang sudah lazim dibicarakan orang-orang. Melainkan untuk mencoba merekam eksistensi para manusia malam yang sedikit banyaknya telah kami jumpai pada dinginnya Kota Malang. 

Silakan membacanya di tautan berikut!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.