KELUARGA KORBAN KANJURUHAN IKUT TURUN KE JALAN, KAWAL PUTUSAN MK DAN SUARAKAN TRAGEDI KANJURUHAN

MALANG-KAV.10 Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan turut menghadiri aksi Malang Memanggil yang diselenggarakan pada Jumat (23/8) di areal Balai Kota Malang. Aksi tersebut memiliki tuntutan utama untuk penghentian pembahasan revisi UU Pilkada dan dihadiri oleh lebih dari 7000 orang dari berbagai elemen masyarakat.
Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan turut menyuarakan kekecewaan mereka terhadap revisi UU pilkada yang dianggap dapat mencederai demokrasi. “Kami hadir di sini untuk mengecam DPR dan Presiden Jokowi yang berlaku sewenang-wenang terhadap negara ini,” ujar Rini Hanifah, orang tua dari Almarhum Agus Ryan Syah Pratama Putra yang menjadi salah satu korban Tragedi Kanjuruhan.
Kedatangan Keluarga Korban Kanjuruhan pada aksi tersebut juga untuk menagih kembali janji Presiden Jokowi dalam mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan 2 tahun silam. “Pada tanggal 5 Oktober 2022, Pak Jokowi berjanji pada kami untuk mengusut tuntas kematian anak-anak kami pada Tragedi Kanjuruhan. Beliau menyampaikan bahwa kami akan mendapat keadilan, tapi nyatanya kasus ini digantung, sekarang tambah lagi ingin membuat dinasti.” jelas Cholifatul Nur, orang tua almarhum Jovan Farelino, saat diwawancarai oleh awak Kavling10.
Saat ditanyai perkembangan penanganan Tragedi Kanjuruhan setelah menerima laporan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) pada 7 Februari 2023 silam, Presiden Jokowi berjanji akan menjawabnya di lain waktu. Namun, sampai saat ini belum ada jawaban lebih lanjut oleh Jokowi.
Keluarga Korban Kanjuruhan juga sempat secara langsung menemui Ketua DPRD Kota Malang untuk menanyakan sikap mereka terhadap Tragedi Kanjuruhan. “Kami tadi bersama adik-adik mahasiswa menemui Ketua DPRD Kota Malang, menyampaikan poin tuntutan aksi dan menanyakan sikap para dewan terhadap Tragedi Kanjuruhan, tapi jawaban mereka tidak memuaskan.” Pungkas Ibu yang akrab dipanggil Ifa tersebut.
Penulis: Muhammad Rafi Azzamy
Editor: Ahmad Ahsani Taqwiim
