DARI PMI HINGGA CENG OREN TURUT DAMPINGI MASSA AKSI “MALANG MEMANGGIL”

MALANG-KAV.10 Satu mobil ambulans milik Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang terlihat diparkir di sebelah utara Kantor DPRD Kota Malang sejak para demonstran tiba di titik aksi bertajuk “Malang Memanggil” Jumat (23/8) ini. Mereka beserta relawan-relawan lain bersiap siaga untuk memberi pertolongan pertama pada korban yang tumbang saat demonstrasi. Relawan-relawan yang turut menemani massa aksi ini termasuk relawan dari mahasiswa berbagai fakultas di Universitas Brawijaya (UB), dosen Fakultas Kedokteran (FK) UB, serta paramedis jalanan Malang bernama Ceng Oren.
Koordinator tim kesehatan dari PMI Kota Malang, Wahyu, menjelaskan bahwa ia beserta empat personel PMI yang lain ditugaskan langsung oleh Dinas Kesehatan untuk standby hingga pukul 18.00. Selama itu, mereka memberi penanganan ringan pada lima hingga tujuh korban. “Kebanyakan memang luka trauma, robek. Mungkin karena tadi kan ada beberapa asap, mungkin susah napas,” jelas Wahyu. Dari angka yang terhitung di wilayah pantau PMI, tidak ada korban yang harus dirujuk ke layanan kesehatan terdekat.
Di wilayah pantau yang lain, sebelah selatan Balai Kota Malang yang menjadi pos relawan mahasiswa dan dosen UB, didapati kurang lebih lima orang yang dirujuk ke Rumah Sakit UB. Primus, seorang dokter yang turut menjadi koordinator relawan tim medis UB, menjelaskan bahwa terdapat korban yang mengalami, sesak napas, lemas, hingga dislokasi bahu. “Mungkin kayaknya kebanyakan (korban, red.) banyak yang skip makan ya. Jadi kebanyakan pasien-pasien atau mahasiswa itu gulanya rendah, jadinya lemas kayak gitu, sih,” ujar Primus. Posko ini mengakomodir lebih dari 30 relawan dari mahasiswa berbagai fakultas di UB yang berkeliling lokasi aksi dan enam orang standby di dua ambulans dari FK UB. “Sisanya dari banyak ambulans PSC (Public Safety Center, red.) sama ambulans-ambulans relawan (lain, red.),” imbuhnya.

Banyaknya relawan medis yang turun untuk mendampingi massa aksi ini telah saling berkoordinasi perihal wilayah pantau dan sistem kerja via grup chat. “Teman-teman Ceng Oren mainnya (evakuasinya, red.), langsung mobile ke depan gitu. Kalau kita kebanyakan dekat sama ambulans, kayak gitu aja, sih, secara kerjanya,” pungkasnya.
Penulis: Badra D. Ahmad
Editor: Dimas Candra Pradana
