PRESIDEN EM UB MANGKIR DARI PEMANGGILAN DPM UB

0

MALANG-KAV.10 Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) Universitas Brawijaya (UB), Satria Naufal, diduga melakukan penganiayaan terhadap salah satu mahasiswa UB, Muhammad Jannan Alfana. Dugaan ini pun telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Lebih lanjut, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UB melayangkan surat pemanggilan kepada Presiden EM UB. Dalam surat pemanggilan yang diunggah di Instagram DPM UB pada Sabtu (15/6), pemanggilan dijadwalkan pada Minggu (16/6) pukul 15.00. Revanda Purnama, Ketua DPM UB, menjelaskan bahwa dalam pemanggilan ini Satria akan dimintai keterangan terkait kronologi dugaan penganiayaan ini.

Namun, melalui surat balasan yang dikirimkan Sekretaris EM UB, Satria menyatakan tidak dapat menghadiri pemanggilan. Absennya Satria dari pemanggilan, “Dikarenakan (mendapat, red.) banyak tekanan dan ancaman,” kata Revanda dalam isi surat balasan itu.

Revanda turut menjelaskan bahwa bila Satria terbukti melakukan pemukulan, maka ia telah melanggar kode etik mahasiswa yang diatur dalam Peraturan Rektor. Soal penjatuhan sanksi, Revanda mengatakan bahwa hal itu merupakan hak Rektor UB. Namun, “Jika Presiden EM terbukti melakukan pemukulan, maka 99.9% bisa dilakukan penurunan oleh bapak rektor,” Jelas Revanda. 

Revanda menambahkan DPM UB akan melakukan pemanggilan kedua kepada Presiden EM UB imbas absennya Satria dalam pemanggilan ini. DPM UB juga akan menunggu data dari kepolisian yang merupakan berkas pelaporan dari korban. Selain itu, Revanda juga mengajak seluruh warga UB untuk terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas. “Untuk masyarakat UB, tetap kawal kasus ini sampai tuntas,” pungkas Revanda.

Penulis: Gracia Cahyadi
Editor: Dimas Candra Pradana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.