Pada eksekusi penerapan konsep kampus hijau, termasuk di UB tidak berjalan mulus. Benturan-benturan akibat kondisi geografis dan kepentingan di tingkat Universitas membuat impian kampus sustainable ini harus terkubur terlebih dahulu. Pemahaman minim civitas akademika juga menggembosi laju UB menuju kampus yang benar-benar hijau.

Melalui Ketawanggede di paruh pertama 2024 ini kami mencoba merekam apa yang menjadi batu sandungan UB menuju kampus hijau. Karena kami peduli terhadap usaha-usaha yang dilakukan Universitas Brawijaya yang setidaknya berusaha menuju hal tersebut, meskipun hanya dengan berjalan pelan. Dengan buletin ini, kami berharap jalan pelan kampus ini tidak tersandung di tengah jalan.

Sila baca Buletin Ketawanggede Edisi I 2024 melalui halaman website ini atau unduh secara cuma-cuma melalui tautan berikut. Selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.