Tiga Dapil Fakultas Absen Dalam Pemira UB 2021

0
sumber gambar: Dokumen Kavling10/Moch Fajar Izzul Haq

Malang-Kav10 Hingga Pemira (Pemilihan Umum Mahasiswa Raya) berlangung pada 3 Januari 2022, bakal calon DPM UB hanya berjumlah 14 dari total 17 fakultas. Tiga fakultas yang tidak mengirim perwakilannya untuk DPM UB pada kontestasi Pemira 2021 yaitu Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH).

Ibrahim Sultan, Ketua Pemira UB 2021, mengonfirmasi adanya kekosongan 3 kursi tersebut.

“Iya, dari FK, FKG dan FKH memang tidak ada yang daftar, jadi kemungkinan tahun ini hanya ada 14 kursi di DPM karena 3 dapil fakultas tadi kosong”, ujar Ibrahim saat diwawancarai awak Kavling melalui zoom meeting (27/12).

Terdapatnya kekosongan calon ini, tidak memperpanjang waktu pendaftaran. Panitia pun, telah mengupayakan adanya calon dengan mempermudah persyaratan.

“Sebelumnya kami sudah berupaya menghubungi Wadek III dari masing-masing fakultas tersebut untuk mengkomunikasikan hal ini, sudah kami permudah juga untuk segalanya di tahun ini tapi tetap nggak ada yang daftar,” tambah Ibrahim.

Sahasika Prayata, Presiden BEM terpilih FK 2021, menjelaskan beberapa faktor yang menjadi alasan absennya calon mereka dalam kontestasi Pemira UB 2021. Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh jadwal waktu pelaksanaan yang bersamaan dengan Pemilwa Fakultas Kedokteran. “Akhirnya animo mahasiswa memang terfokus dengan kegiatan Pemilwa di fakultas tentang pencalonan DPM dan Presiden BEM,” jelasnya.

Selain itu, DPM FK UB sendiri belum berjalan dengan baik, sehingga memunculkan keraguan untuk mengambil amanah ke tingkat Universitas. Dan alasan yang terakhir, dikarenakan minimnya atmosfer perpolitikan di FK.

“Yang kita ketahui juga bahwa ranah Universitas seringkali identik dengan pergerakan ekstra kampus, sedangkan pergerakan ekstra kampus di fakultas kami masih sangat minim sehingga urgensi untuk maju ke tingkat Universitas masih dirasa belum ada”, jelasnya saat diwawancarai oleh Awak Kavling via WhatsApp (2/1).

Penjelasan lebih lanjut disampaikan oleh Eriko Prawestiningtyas selaku Wadek III Bidang Kemahasiswaan FK. Dalam wawancara melalui google meet, Eriko menuturkan bahwa atmosfer pendidikan politik yang fluktuatif di FK menyebabkan mahasiswa di FK kurang memiliki dorongan dan kepercayaan diri untuk mengikuti kontestasi seperti Pemira. Selain itu, padatnya kegiatan akademik serta kondisi pandemi turut memiliki pengaruh yang besar sebab transfer ilmu dan informasi mengenai politik baik dari pihak kemahasiswaan maupun dari mahasiswa sendiri menjadi kurang optimal.

Berkaca dari urgensi akan hadirnya perwakilan dari fakultas di tingkat universitas, Eriko berharap agar nantinya perwakilan mahasiswa yang terpilih dapat menciptakan kebijakan-kebijakan yang bersifat general dan tetap  mengikutsertakan aspirasi dari fakultas-fakultas yang tidak memiliki perwakilan di DPM UB, seperti FK salah satunya.

“Harapannya siapapun yang nantinya terpilih di DPM UB mampu membawa aspirasi yang sifatnya general jadi bisa meliputi semua fakultas. Jadi meskipun dari kami (FK, red) pada tahun ini tidak memiliki perwakilan di DPM tapi setidaknya informasi, suara, aspirasi dari kami yang tidak ada ini tetap tersampaikan melalui mekanisme yang akan dibuat nantinya”, ungkapnya (3/1).

Penulis: Oyuk Ivani Siagian

Kontributor: Ahmad Daerobby

Editor  : Moch. Fajar Izzul Haq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.