Dibalik Pertemuan Panas Mega-Prabowo
Sejumlah spekulasi politik muncul di balik pertemuan antara Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Teuku Umar memanaskan isu politik setelah pilpres.
Direktur Eksekutif CSIS Philips J Vermonte menilai pertemuan Megawati dengan Prabowo mencairkan ketegangan politik pasca-pilpres.
“Yang harus dilakukan setelah pertemuan sebelumnya dengan pak pak Jokowi jadi kan baik akan mengurangi ketegangan,” ujarnya ketika ditemui lpmkavling10.com dalam seminar Nasional FEB UB (25/07).
Dalam konteks pembentukan stabilitas politik di lembaga legislatif, menurut Philips, pertemuan dua ketum partai besar di DPR ini bagian dari proses politik biasa.
“Kalau kemarin Pak Prabowo bertemu dengan Ibu Megawati mungkin dari titk temu kemungkinan lembaga legislatif mungkin ada kesepahaman antara PDIP dengan gerinda untuk bekerja sama,” tambahnya.
Walaupun masih jauh pihaknya mencoba mengurai kejadian waktu lalu ketika Megawati bisa saja tidak ada yang istimewa. Spekulasi tersebut juga dapat mengarah ke konteksnya Gerindra dalam politik 2024 nantinya.
“Mungkin juga, walaupun masih jauh, ini semacam indikasi awal kerja sama politik yang lebih jauh antara PDIP dan Gerindra di tahun 2024 nanti,” ujar Philips.
Jika rekonsiliasi tersebut akan benar adanya terkait PDIP Dan Gerindra berkoalisi dalam konteksnya Politik, Philip meragukan kebenaran tersebut.
“Harusnya kan ya ketemu Pak Jokowi nya, kan dia yang mempunya power,” tutupnya.
Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J Vermonte menilai presiden Joko Widodo memenangkan pemilihan presiden 2019, maka kandidat petahana itu memiliki mandat yang jauh lebih besar di masa mendatang.
Penulis: Oky
Editor: Abdi Rafi Akmal
