Persiapan Minim, 75 Penari Meluncur Buat Sambut Maba
Edisi 1
MALANG-KAV.10 Sempat absen tahun lalu, Unitantri kembali sambut maba dengan tarian nusantara dalam upacara penyambutan mahasiswa baru Raja Brawijaya 2018 di Lapangan Rektorat. Konsep penari yang ditampilkan dengan durasi 13 menit menggambarkan tarian dari daerah nusantara, Jawa Timur, Jawa Barat, Papua, Kalimantan dan Sumatera.
Mariza Dinda selaku PJS (Penanggung Jawab Sementara) Unitantri mengungkapkan bahwa salah satu alasan minimnya persiapan di tahun ini adalah terlambatnya panitia menghubungi pihak penari untuk ikut andil sambut maba.
“Karena memang dari Open Recruitment (Oprec) hingga ke latihan, kita tuh serba dadakan, dan panitianya memintanya itu juga mintanya baru gitu. Jadi waktu kita sudah Oprec, eh berbenturan sama liburan semester. Akhirnya bisa kumpul 75 baru akhir Juli,” ujar Mahasiswa FMIPA 2015 (13/08).
Senada dengan pernyataan tersebut, Andri Hardinata Putra juga mengungkapkan bahwa alasan utamanya terletak pada pembentukan kepanitiaan yang baru dilaksanakan di pertengahan semester, “Jadi, mungkin konsep kita itu baru kepikiran pembentukan panitia itu bulan April. Jadi kita memikirkan konsep tarian nusantara ini sekitar bulan Mei, langsung hubungin pihak Unitantrinya,” tutur Koordinator Acara PK2MU tersebut.
Walaupun tidak semua penari berasal dari UKM Unitantri, tampak bahwa jumlah penari tahun ini tidak sebanyak waktu 2016 lalu yang berjumlah 100 penari. Namun terkumpulnya 75 penari juga merupakan usaha campur tangan pihak panitia, yakni ikut melakukan penyebaran informasi Oprec. Hingga akhirnya terkumpul 75 personil sesuai dengan ungkapan Mariza, “Ya alhamdulillahnya itu di tahun ini panitia mau ikut menjarkom kan. Kalo di tahun 2016 memang panitianya benar-benar memasrahkan itu ke kita, gitu,” ujarnya. (Ter)
