KETIKA MEMORIA SECANGKIR TEH BERBISIK DAN PUISI LAINNYA

KETIKA MEMORIA SECANGKIR TEH BERBISIK
secangkir teh
adalah memoria
aromanya menari menghidupkan kembali
kenangan yang pernah terpendam
bunyi seruput mempertemukan
hati yang pernah kehilangan
hangat mengalir ke sebuah kisah
merangkai yang pernah rapuh
seteguk demi seteguk
mempertemukan makna
di antara baris – baris perasaan
yang tak tersampaikan
tapi percayalah,
saat daun hijau itu
luruh ke dalam poci
Tuhan sudah punya cerita lain
di jalan yang tak ada ujung
berkawan suara hening
berbisik penuh sederhana
: jangan berakhir patah kau manusia bebas
meski sunyi, bukan berarti tanpa arah
dan menunggu harap yang samar
ingatlah ! kamu dan kita semua,
bukanlah satu – satunya yang lelah
masih terjebak di masa lalu
jangan kau hadang kebebasanmu
………bukankah semua orang pernah terluka ?
-2025
MENYESAP KEMELEKATAN SECANGKIR TEH
ini bukan hanya tentang secangkir teh
tapi tempat aman berkeluh kesah
juga tentang bagaimana dirimu
terhubung dengan diri sendiri
dan mampu bercerita siapa dirimu
dengan hati terbuka
mengajak merenung : sejauh mana sanggup di jalan sunyi ?
ia adalah pengingat,
menjawab dirimu dengan jujur
tanpa tekanan…
tanpa penilaian….
tanpa terburu…
tanpa menuntut ….
larut dalam keheningan
serupa diri yang kadang perlu diam
secangkir teh dalam cawan sederhana
memberikan arti sejumput proses
tertuang helai daun pilihan
menyentuh air, mendidih perlahan
larut dalam kematangan rasa
tenggelam membiarkan diri
berikan waktu berwarna pekat
dan ketulusan aroma mengalun
menari hangatnya pelan
seperti doa membasuh relung
…..adalah doa terdalam
pelukan untuk diri sendiri
-2025
DANUM KAHARINGAN – ‘aku tidak jauh, aku ada di dalammu’
di antara langit dan bumi
kujumpa engkau sebagai sungai
bernapas kelana sederhana
endapan pada ingatan dan jiwa
bukan sekedar perjalanan
tapi tubuh martabat peradaban
ia adalah bisikan dari dalam diri kita yang terdalam
sedikit lebih jauh, melihat sedikit lebih dekat
di antara diam dan suara
kujumpa engkau sebagai riak
berdesau mimpi tetap hidup
mencari kelok yang hilang
benar adanya, kepingan mimpi tak pernah sirna
hanya menunggu waktu mengalir lagi
…mengingatkan bahwa kita hadir bukan tanpa tujuan,
mengalir terbawa oleh kejutan yang terbuka sendiri
melihat bagaimana rencana Tuhan
pertunjukan guratan air yang hidup
selalu baik memelukmu lembut
begitu pun kerutannya mengurai waktu
di antara aliran sungai, ada baitan
‘aku tidak jauh, aku ada di dalammu’
sebagai pengingat danum kaharingan
‘kebaikan apa yang kau persembahkan pada sungai hari ini?’
-2025
Note : Danum Kaharingan bermakna “air kehidupan”, “danum” merupakan kata dalam bahasa Dayak yang memiliki arti air atau sungai dan “kaharingan” sendiri berarti tumbuh atau hidup.
BINAR MALAM DALAM TITAH BETORE
seperti di senandung Betore
temukan aku sebagai romansa malam
bersemayam rasa kebebasan mendalam
meski tak merangkul gerimis tajam
di gemerincing kata
…malam yang mengusik jiwa
seperti di senandung Betore
jumpai aku pada hening malam
bertandang sapa dan terpejam
meski tak selalu manis merajam
di relung diam
…malam yang mewakili sukma
melewati gelap senandung merdu
masih melantun di dada menemaniku
menyimpan sejuta perjalanan itu
….dan aku bebas
olo manin aso buen siolondo
hari esok harus lebih baik dari hari ini
-2025
Note : Kata “Betore” berasal dari kata “Tore” yang berarti lagu, tradisi betore adalah bentuk sastra lisan unik berupa nyanyian yang tersirat dalam bait-bait bertema yang saling berbalas dilakukan oleh suku Paser di Kalimantan Timur. Terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2023. Domain Kemahiran dan Kerajinan Tradisional No SK : 315/M/2023 Tanggal SK : 2023
Penulis: Sultan Musa* (kontribusi pembaca)
*Sultan Musa – Samarinda Kalimantan Timur . Tulisannya tersiar diberbagai platform media online & media cetak Nasional maupun Internasional. Karya – karyanya masuk dalam beberapa Antologi bersama penyair Nasional & Internasional. Puisinya terpilih pada event “Challenge Heart and Art for Change” Collegno Fòl Fest Turin – ITALIA (2024) diterjermahkan dalam Bahasa Italia. Majalah TUNAS CIPTA – Dewan Bahasa & Pustaka Malaysia Edisi April 2024. Puisinya juga berhasil lolos kurasi dan dipamerkan pada event “Kalang Exhibition” digagas oleh Triaksara Pengairan – Malang (2025). Puisinya juga dipublikasi Majalah Seni asal Korea Selatan “The Hechyeomoyeo – Art Magazine” edisi Oktober 2025 yang berkantor di New York diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. Tercatat pula dibuku “Apa & Siapa Penyair Indonesia – Yayasan Hari Puisi Indonesia” Jakarta 2017. Adapun Instagram: @sultanmusa97
