BABINSA TERLIBAT DALAM PENGAWALAN MBG, KEPALA DAPUR SPPG BERIKAN TANGGAPAN

Sosialisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah Kota Malang dilakukan dengan melibatkan Babinsa. Menurut keterangan Firmansyah, kepala pengelola SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Ocean Garden, pelibatan tersebut merupakan sinergi yang harus dilakukan dalam Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) dan Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan). Pengerahan Babinsa, menurut Firmansyah, merupakan bentuk sinergi dari perwakilan TNI di tiap desa. “Babinsa ini membantu mengawal, karena mereka yang paling paham wilayah tersebut,” terang Firmansyah (5/12).
Menurut Firmansyah, keterlibatan Babinsa berkontribusi baik bagi pendistribusian MBG ke sekolah-sekolah. Sebab menurutnya, sebagian besar petugas SPPG berasal dari daerah-daerah yang jauh. Sedangkan, pemetaan wilayah-wilayah yang perlu menerima MBG ini memerlukan pihak yang paham terkait lokasi sekitar. “Terus saat ada masukan-masukan dari sekolah, Babinsa juga membantu menyampaikan ke pihak kita gitu,” ujar Firmansyah.
Pernyataan Firmansyah tersebut juga ditegaskan oleh Danramil Klojen, Kapten Infanteri Hariyanto. Menurutnya, Babinsa memang ikut mendampingi SPPG untuk memetakan titik-titik sekolah yang perlu untuk menerima MBG. Harapannya, menurut Hariyanto, dengan adanya Babinsa di situ, penerima manfaatnya tidak tidak salah sasaran. “Jadi Babinsa yang mendatangi sekolah bahwasannya ada program MBG. Nantinya, dilakukan koordinasi terkait waktu penerimaan manfaatnya begitu,” tegasnya pada (1/12).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa TNI tidak memiliki kewenangan dalam menentukan pihak yang mengelola dapur MBG. Menurutnya, kewenangan itu ada di pihak kementerian atau pengelola MBG. Sedangkan, menurut Hariyanto, ranah yang dimiliki oleh TNI adalah menjaga keamanan keberlangsungan program MBG tersebut. “Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka akan kita laporkan,” pungkasnya.
Kavling10 telah mengirim permintaan wawancara pada Dandim Malang Dedy Aziz namun pihak yang bersangkutan menolak untuk ditemui.
Penulis: Aisyah Aprilia Syofi
Editor: Muhammad Tajul Asrori
