PENJELASAN KETUA PELAKSANA RABRAW TERKAIT PENUGASAN DADAKAN HINGGA TUMBANGNYA PULUHAN MAHASISWA BARU

0

MALANG-KAV.10 Acara RAJA Brawijaya tidak berjalan sesuai harapan. Banyak masalah terjadi, mulai dari penugasan ospek yang baru diberitahu H-1, atribut ospek yang menelan biaya cukup mahal, hingga puluhan maba yang tumbang pada hari pertama. 

Puguh Ananta selaku ketua pelaksana RAJA Brawijaya 2023 mengaku telah disampaikan bahwa penugasan dan atribut sama secara tahun ke tahun. “Terkait dengan penugasan, memang kita menunggu dari data mahasiswa baru. Oleh sebab itu untuk menanggulangi, kita panjangkan jadwalnya jadi kita kasih tenggat sampai tanggal 20,” jelas Puguh Ananta dalam konferensi pers (14/8). Terlepas dari itu, soal biaya, Puguh tidak merasa membebani para maba dalam pemenuhan segala penugasan dan atribut mereka.

Tidak hanya itu, terkait banyaknya maba yang tumbang pada hari pertama pelaksanaan RAJA Brawijaya, Puguh mengaku bahwa dari tim medis sendiri ada beberapa yang tumbang. Selain tim medis, terdapat maba yang tumbang berjumlah 30 orang.

Puguh menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang menjadi alasan para maba tumbang, mulai dari para maba yang belum makan/sarapan, mempunyai penyakit bawaan, hingga para maba yang sedang dalam kondisi pasca operasi/penyembuhan luka. Permasalahan ini tentu menjadi evaluasi yang sangat serius bagi panitia. “Evaluasi ini tentu akan kami jadikan sebagai pondasi untuk rangkaian-rangkaian berikutnya,” tegas Puguh.

Puguh juga mengaku telah memperbaiki segala fasilitas kesehatan untuk para maba. “Terkait kesehatan, kami mempunyai 11 posko dengan 1 posko besar. Masing-masing itu nanti akan ada 6 ambulans dan akan kami lengkapi dengan LAKESMA, KSR, dan teman-teman panitia Rabraw,” ujarnya. 

Penulis: Lizana Aliya Benasti
Editor: Adila Amanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.