DISTRIBUSI ALMAMATER TIDAK MERATA TIMBULKAN KELUHAN MAHASISWA

0

MALANG-KAV.10 Perkara distribusi jas almamater kampus sudah jadi sorotan bagi para mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), terlebih lagi bagi mahasiswa angkatan 2022 yang belum mendapatkan jas almamater. Sebelumnya mahasiswa baru tahun 2022 sudah menunggu pembagian jas almamater terhitung 9 bulan sejak mereka memulai aktivitas perkuliahan. Namun setelah dilakukan sesi pembagian per fakultas, nyatanya pembagian masih belum merata, khususnya untuk jas almamater ukuran tertentu. 

Keterlambatan pembagian jas almamater, terutama untuk ukuran M dan 3XL, dikeluhkan oleh beberapa mahasiswa. Salah satunya mahasiswa FKH yang akrab disapa Kinan. Ia mengeluhkan keterbatasan kuota saat jadwal pembagian. “Aku selalu dapat infonya kalau restock almet pagi hari, sedangkan aku di UB Dieng dan tiap pagi juga selalu ada praktikum, otomatis gabisa ngambil kan, jadi selalu kehabisan. Aku juga gatau sih kabar restock yang pagi tuh bener apa nggak karena tiap ada temenku yang ngambil juga selalu kehabisan,” Tutur Kinan pada saat diwawancarai awak Kavling pada hari Selasa (06/06).

Selain itu, Kinan berpendapat jika Universitas Brawijaya belum maksimal dalam menuntaskan perkara ini. Pendataan ukuran jas almamater sudah ada sejak pendaftaran ulang mahasiswa baru dan belum selesai hingga saat ini. Padahal, list ukuran almamater sudah ada sejak awal pendaftaran ulang. Seharusnya dari pihak kampus sudah terdata berapa orang yang memesan ukuran M, dan berapa orang yang memesan ukuran lain seperti S, L, dan XL. Menurut Kinan, stok ukuran jas almamater yang selalu habis ini memberi kesan bahwa persiapan pendistribusian almamater dari pihak kampus kurang matang.

Selain Kinan, salah seorang mahasiswa FISIP yang akrab disapa Caca juga mengajukan keluhan serupa. Ketidakjelasan alur pendistribusian membuatnya hingga saat ini belum mendapatkan jas almamater. Bahkan ketika jadwal pembagian almamater tiba, pihak panitia tidak memberikan informasi yang pasti saat ukuran M habis. “Jawabnya iya, nanti diinfokan kembali (lewat, red.) web dan gaada sama sekali omongan untuk coba di hari-hari berikutnya, jadi gaada sama sekali.” Jelas Caca pada Senin (05/06).

Di lain sisi, Lulut selaku sekretaris aset UB justru memberikan pernyataan yang berbanding terbalik dengan keluhan dua mahasiswa tersebut. Menurutnya, pihak vendor justru lebih fokus menyediakan almamater ukuran M. Ia menerangkan bahwa ukuran 3XL memang hanya sedikit, dan sebenarnya penyedia-lah yang bertanggung jawab mulai dari pembuatan kain hingga pemasangan kancing. Proses pembuatan almamater secara penuh terjadi di penyedia sehingga keterlambatan tidak bisa dihindari.

Berdasarkan penuturan Lulut, proses pendistribusian tersendat dikarenakan vendor yang bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB) tidak bisa menyanggupi untuk pemenuhan kuota produksi. “Memang dari pihak ke-3 mengalami keterlambatan dan tidak tepat dari schedule, karena kemampuan mereka memproduksi 300 jadi diperpanjang lagi rentang waktu pembagiannya.” tambahnya. 

Penulis: Dhito Priambodo
Kontributor: Rafi Nugraha
Illustrator: Rosa Rizqi Amalia
Editor: Adilah Diva

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.