UTBK-SNBT INKLUSIF BAGI PESERTA PENYANDANG DISABILITAS

0

sumber: freepik.com

MALANG-KAV.10 Ujian Tertulis Berbasis Komputer untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya  gelombang pertama diikuti sejumlah peserta penyandang disabilitas. Humas Pusat Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya (PLD UB) Lutfi Amiruddin menyatakan pelaksanaan UTBK di Universitas Brawijaya tahun 2023 sudah inklusif.

Peserta UTBK 2023 yang berstatus penyandang disabilitas di UB mendapat fasilitas dan pendampingan khusus. Hal ini diungkapkan Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) UB, Heri Prawoto Widodo. Total peserta disabilitas sebanyak 23 orang dan semua mulai mengikuti UTBK di sesi 1, Senin (8/5) hingga Sabtu (13/5). Adapun peserta penyandang disabilitas ditempatkan di Ruang Laboratorium FISIP UB dengan maksud kemudahan akses bagi peserta difabel berkursi roda, karena letaknya yang berada di lantai satu.

“Ada juga peserta tunanetra satu orang, tetapi meski sudah disediakan tempat khusus, alat transfer teks ke suara, berikut dengan pendampingnya, ternyata (pesertanya, red.) tidak hadir,” tambah Heri saat diwawancarai awak Kavling, Senin (15/4). Pendamping tersebut disiapkan dari sisi IT dan Pengawas. 

Humas PLD UB Lutfi Amiruddin, MA. turut menambahkan bahwa sebenarnya pada tahap UTBK, PLD UB tidak mengetahui dari awal mengenai keberadaan peserta penyandang disabilitas. “Nanti baru ketahuan kalau anak itu sudah daftar ulang dan lapor ke kami mereka butuh layanan apa,” terangnya.

Lutfi menjelaskan, saat proses pendaftaran UTBK terdapat formulir untuk mengisi jenis disabilitas yang dimiliki peserta penyandang disabilitas. Peserta difabel akan diberikan pilihan untuk mendata jenis disabilitas, dengan memberikan tanda centang di formulir pendaftaran tersebut. “Tapi yang mengurus itu adalah staf dari rektorat dan SDM yang berada di gedung FISIP UB,” jelasnya. 

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, PLD juga membuka jalur mandiri untuk penyandang disabilitas yaitu SMPD (Seleksi Mandiri Penyandang Disabilitas). Persiapan jalur SMPD sendiri sudah berjalan sebesar 80%. Mekanisme yang diadakan pun tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Terdapat beberapa persamaan yang signifikan seperti jenis disabilitas serta prodi yang menerima itu masih mengikuti tahun lalu.

“Soal mekanisme tidak jauh berbeda, dan jenis disabilitas apa lalu prodi apa yang menerima itu juga masih sama dengan tahun lalu dan masih ada di SELMA UB. “ tutup Lutfi ketika diwawancarai Sabtu (13/5) lalu.

Penulis: Anna An Nisaa R. dan Fingka Aprilia Efendy
Editor: Alifiah Nurul Izzah 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.