AKSI KAMISAN: REFLEKSI 25th REFORMASI INDONESIA

0

MALANG-KAV.10 Aksi Kamisan kembali hadir di depan balai kota Malang. Massa aksi yang tergabung dalam aksi kamisan Malang mengusung tema “Refleksi Cita-Cita Reformasi Indonesia”. Aksi ini digelar sebagai bentuk refleksi atas keresahan dan kritik masyarakat terhadap pemerintah pasca reformasi dalam kurun waktu 25 tahun terakhir.

Dalam refleksi tersebut, massa aksi kembali mengenang berbagai kasus yang terjadi dan belum diusut tuntas dalam 25 tahun terakhir, contohnya kasus kematian Munir, kasus penculikan dan pembunuhan para aktivis 1998, kasus pemukulan Mario Dandy, serta tragedi Kanjuruhan. Dalam aksi kamisan ini, salah seorang massa berorasi mengingatkan kembali mengenai berbagai tokoh yang sebelumnya berada dalam sistem pemerintahan orde baru, yang mana hingga saat ini masih menduduki posisi penting di dalam pemerintahan. Aksi ini juga tidak luput membahas adanya RUU perubahan atas UU TNI yang dinilai akan mengembalikan posisi TNI seperti di zaman Orde Baru.

Menurut penuturan Abi, selaku korlap aksi, aksi kamisan ini akan diusahakan untuk dapat konsisten dilaksanakan dalam setiap minggu atau minimal dua kali dalam sebulan. Abi juga menuturkan harapan dari aksi ini agar kedepannya pelanggaran HAM berat dapat diselesaikan sebagaimana janji Jokowi, yang masih belum berhasil menyelesaikan kasus tersebut meski sudah berjalan dua periode dan hanya menciptakan tim-tim khusus yang masih belum jelas bagaimana kinerjanya. Ia juga berharap agar tuntutan-tuntutan reformasi dapat ditelaah sedalam-dalamnya.

Kasus-kasus pelanggaran HAM berat ini sudah semestinya ditangani oleh pemerintah. Sangat disayangkan kewajiban tersebut belum bisa terpenuhi, bahkan masih terdapat pelaku yang menjabat dalam posisi-posisi penting di pemerintahan. “Sebagaimana orang yang sudah melakukan kekerasan yang kita sudah tau siapa (pelakunya, red.) di tahun 1998 dan masih menjabat hingga saat ini, detik ini, kita tau siapa saja, dan mungkin kalau misalnya terkait hal itu kita mengecam keras.” Tutup Abi.

Penulis: Khairul Ihwan
Kontributor: Adila Amanda
Editor: Adilah Diva

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.