PUTRA-PUTRI BRAWIJAYA MENGUNDANG SUPORTER, FIB TIDAK DIHIRAUKAN

0

MALANG-KAV.10 Putra Putri Brawijaya diadakan lagi tahun ini untuk menentukan duta kampus Universitas Brawijaya. Pada Selasa (29/11), Grand Final diadakan di Gedung Samantha Krida. Para kandidat dari setiap fakultas diwajibkan untuk membawa supporter. Pendukung masing-masing fakultas sudah bersiap-siap untuk dipanggil oleh MC guna meramaikan acara, termasuk supporter Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yang datang untuk mendukung finalisnya, Pascal Kornelius.

Di tribun, para pendukung dari FIB sudah lebih dari siap untuk meramaikan panggilan untuk fakultas mereka. Yahu, seorang supporter yang ikut meramaikan malam Grand Final tersebut mengaku bahwa teman-temannya sudah menunggu panggilan untuk menyerukan FIB. “FIB itu udah siap-siap tuh tadi anak-anak di tribun, ‘ayo teriak yuk pas FIB yuk, teriak teriak teriak,’ terus kita nungguin,” ujar Yahu kepada awak Kavling10 (2/12).

Panggilan untuk para supporter FIB tak kunjung datang walaupun mereka sudah bersorak heboh untuk menarik perhatian agar dipanggil. Ternyata, terdapat kesalahan dalam profil Pascal yang ditulis sebagai perwakilan Fakultas Teknik, bukan FIB. “Ternyata, si Pascal itu ditulisnya FT padahal di IG mereka benar, Pascal dari FIB,” ujar Shafira, salah satu supporter Pascal yang hadir malam itu (30/11). 

Acara pun tetap berjalan sebagaimana mestinya. Para MC telah mengumumkan jajaran finalis lima besar Putra Putri Brawijaya. Perwakilan FIB pun masuk ke salah satu dari lima besar, tetapi para supporter belum juga menyerukan suara mereka karena menurut supporter, fakultas asal Pascal tidak disebut.

Akhirnya, FIB dipanggil oleh MC ketika memasuki sesi finalis tiga besar dan penyebutan nominasi-nominasi supporter. Kata para MC, supporter FIB tidak terlihat. Hal ini menimbulkan perasaan-perasaan tidak adil terhadap supporter FIB karena mereka merasa suara mereka sudah lantang. “Kan rada ga adil ya mereka baru liat FIB pas supporter pemenangnya mau diumumin, berarti FIB ga ikut dinilai, orang mereka ga liat kita,” imbuh Shafira (30/11).

Menanggapi hal ini, panitia Putra Putri Brawijaya mengatakan bahwa mereka sudah mengevaluasi acara secara internal. Panitia juga menolak diwawancara dan hanya memberi keterangan, “Dikarenakan terkait apa yang sedang ramai di Twitter mengenai acara kami, sudah kami evaluasi secara internal,” ujar panitia Putra Putri Brawijaya (12/2).

Penulis : Syadza Nirwasita

Kontributor : Muhammad Zaki (Anggota Magang)

Editor : Moch. Fajar Izzul Haq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.