SEBAGIAN KTM MAHASISWA ANGKATAN 2023 BELUM TERDISTRIBUSI, DIREKTORAT LAYANAN DAN AKADEMIK UNGKAP UPAYA EVALUASI MEKANISME
Fotografer: Nabila Riezkha Dewi
MALANG—KAV.10 Sebagian Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) angkatan 2023 yang diterbitkan melalui bank belum terdistribusikan secara merata. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Direktorat Layanan dan Akademik (DALA) Universitas Brawijaya (UB), Arif Hidayat mengatakan bahwa hal tersebut tidak dapat digeneralisir karena setiap mahasiswa memiliki kendala yang berbeda dalam mengurus pembuatan KTM di bank.
Salah satu mahasiswa angkatan 2023, Bela (bukan nama sebenarnya) menyatakan bahwa alasan mengapa dirinya belum mendapatkan KTM fisik hingga saat ini karena pihak Pusat Layanan Terpadu (PLT) UB tidak memberikan informasi lebih lanjut. “Waktu aku tanya tentang pembuatan KTM melalui Bank Negara Indonesia (BNI), mereka [PLT] bilang ga ada, adanya yang Bank Mandiri. Respon mereka [PLT] kayak ya udahlah mau gimana lagi kalau ga ada,” ujarnya ketika diwawancarai pada Kamis (22/1).
Dalam pendistribusian KTM, pihak bank mengharuskan mahasiswa untuk mendaftar rekening agar KTM fisik mereka dapat segera dibuat oleh pihak bank. Tetapi, masih terdapat mahasiswa yang belum mengetahui prosedur ini dan enggan untuk mengurus proses penerbitan KTM di bank tersebut karena dinilai terlalu rumit.
Bagi mahasiswa yang tak bisa mengurus proses KTM di bank tertentu karena suatu hal, Arif memastikan mereka bisa beralih membuat KTM melalui rektorat. “Dia boleh memilih mana saja termasuk boleh tidak memilih bank,” ujar Arif.
Arif menjelaskan bahwa sebenarnya kerjasama UB dan beberapa bank dalam mekanisme pembuatan KTM baru dimulai sejak tahun 2023. “Tujuan awal dibentuknya kerjasama dengan bank adalah untuk menghindari antre yang berkepanjangan,” ujarnya. Sebelumnya, pembuatan KTM hanya dilakukan di Rektorat saja yang mengakibatkan antre berkepanjangan.
“Untuk angkatan 2023, mekanisme yang digunakan adalah mahasiswa mengisi survei yang berada di akun Sistem Informasi Akademik Mahasiswa (SIAM) masing-masing untuk pengisian bank mana yang mereka pilih [pembuatan KTM fisik],” ujar Arif. Setelah mengisi survei, mahasiswa akan diarahkan untuk mengisi formulir biodata dari bank masing-masing yang dituju.
Beberapa bank yang telah menerima data-data mahasiswa, mereka akan melakukan pendistribusian dan menghubungi nomor telepon mahasiswa untuk pembuatan KTM fisik. Namun, mekanisme ini mengalami beberapa kendala yang menjadikannya dinilai kurang efektif.
Oleh karena itu, evaluasi dilakukan dan diberlakukan pada penerbitan KTM pada angkatan 2025. “Mahasiswa juga enggak perlu memilih KTM di SIAM gitu ya, tapi langsung ketemu banknya [di sekitar Gedung Widyaloka] pada saat mengambil jas almamater. Nah, itu adalah bagian dari evaluasi,” ujar Arif.
Berdirinya stand bank mitra pembuatan KTM pada hari pengambilan jas almamater, memudahkan mereka untuk mendapatkan data-data mahasiswa tanpa menunggu rektorat. Mahasiswa juga bisa langsung memilih antara membuat KTM melalui rektorat atau bank mitra yang berada di situ.
“Kalau menurut saya mekanisme 2025 cukup efektif,” pungkas Arif. Ia merasa bahwa mekanisme 2023 tidak efektif karena mengharuskan mahasiswa untuk mengisi survei di akun SIAM terlebih dahulu. Dalam mekanisme 2025, mahasiswa dapat bertemu langsung dengan bank tanpa melalui perantara UB.
Penulis: Na’ilatul Najmi Alifsya
Editor: Nabila Riezkha Dewi
